Bima Arya Mengaku Pernah Jadi Jurnalis
'Stres kalau deadline, stres kalau tulisan belum kelar, stres kalau narsum ga mau bicara saat dikonfirmasi'
TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pun mengungkapkan secara blak-blakan apa yang dirasakannya saat bertemu jurnalis di Hari Pers Nasional.
Menurut Bima banyak hal menarik saat sedang bersama jurnalis.
"Seru ya, rasanya nano-nano dengan wartawan, asem, manis, macam-macam rasanya, ramai kalau dengan wartawan, ada masa menyenangkan, menggembirakan, menjengkelkan, biasalah itu, semua itu suka duka," ujarnya usai melantik pejabat di lingkungan Pemkot Bogor, Jumat (9/2/2018).
Mengenai dunia pers rupanya orang nomor satu di Kota Bogor itu pun pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Rakyat Merdeka periode 2009-2010.
"Ya, saya pernah menjadi Pemred Majalah Rakyat Merdeka selama satu tahun, jadi merasakan menjadi kuli tinta itu tidak mudah, Stres kalau deadline, stres kalau tulisan belum kelar, stres kalau narsum ga mau bicara saat dikonfirmasi, kalau saya bukan hanya cari bahan tapi mengelola redaksi dan perusahaan juga sebagai Pemred ketika itu, saya pahamlah suka duka dunia media, terimakasih kepada teman-teman media atas kritiknya yang membangun," katanya.
Selain itu Bima juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional.
"Saya mengucapkan selamat hari pers kepada semua insan pers, tidak mungkin kita menikmati demokrasi seperti ini tanpa kebebasan pers,"ujarnya. (Lingga Arvian Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bima-arya_20180123_100837.jpg)