Breaking News:

Imbas Cuaca Buruk, Wisata Paralayang Puncak Ditutup Gara-gara Terkikis Longsor

Serta di bambu yang melintang tersebut tertulis spanduk kecil bertuliskan, "tutup, ada longsor."

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzi
Lokasi Wisata Paralayang 

TRIBUNJAKARTA.COM, CISARUA - Lokasi Wisata Paralayang Puncak terkena imbas cuaca buruk beberapa waktu lalu.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Jumat (9/2/2018), di depan gerbang pintu masuk wisata tersebut terpantau dipasang pembatas menggunakan bambu.

Serta di bambu yang melintang tersebut tertulis spanduk kecil bertuliskan, "tutup, ada longsor."

Baca: Wafatnya Pelawak Gareng Rakasiwi, Guyon Soal Kematian dan Ingin Beri Hadiah Ini untuk Istri

Ketika TribunnewsBogor.com, mencoba masuk, rupanya akses jalan yang bernama Jalan Gantole tersebut mengalami longsor cukup besar serta ada retakan jalan yang menyebar dan sudah dipasang pembatas.

Longsor (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzi)
Longsor (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzi) (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzi)

Menurut Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah II Ciawi, Eko Sulistyo, jalan tersebut harus dibahas lebih jauh karena berada di lereng yang cukup curam.

Ia menjelaskan bahwa longsor tersebut ada sekitar 15 meter namun nantinya penanganannya kemungkinan bisa lebih karena permukaan jalan terdapat retakan sekitar 25 meter.

Baca: Melihat Fenomena Kartu untuk Jokowi: Mulai Zaadit Taqwa, Fadli Zon, Fahri Hamzah Berujung Amien Rais

"Ini harus ada kajian khusus dulu karena tinggi dan kecuraman lerengnya, ini jadi pembahasan nanti di tingkat kedinasan, jadi gak sembarangan, baru nanti kesiapan penerapan konstruksinya seperti apa," ujar Eko kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (9/2/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa untuk sementara Wisata Paralayang diharuskan tutup karena khawatir dengan retakan-retakan jalan yang mungkin terjadi longsor susulan.

Dimana, lanjutnya, kemungkinan penanganannya akan dilakukan bersamaan dengan rencana pelebaran Jalan Gantole tersebut yang akan dilakukan oleh pihaknya tahun ini.

"Kondisi jalannya aja ini sudah ketarik, ini yang kelihatan aspalnya retak, kita gak tahu apakah tanah di bawahnya juga ikut bergeser, apa enggak, mungkin nanti ditangani sekalian dengan pelebaran jalan, karena ada rencana pelebaran jalan ini juga tahun 2018," katanya. (TribunnewsBogor/Naufal Fauzy)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved