Korban Tabrak Lari Sudah Punya Firasat

Menurutnya, bila saja pagi tadi Sandy tak mengajaknya bersepeda maka ia tidak akan melakukan hobinya itu.

Korban Tabrak Lari Sudah Punya Firasat
TribunJakarta.com/ Elga Hikari Putra
Polisi lakukan olah TKP di lokasi kejadian tabrak lari yang menewaskan Raden Sandy Syafiek (?36) di depan Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KUNINGAN - Maulana Aditya (29‎)‎ mengaku punya firasat tak enak sebelum dirinya memutuskan untuk bersepeda bersama Raden Sandy Syafiek (36) pagi tadi.

Keduanya menjadi korban tabrak lari di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan‎, Sabtu (10/2/2018).

"Tadi ada firasat saya sudah males. Karena kan bisanya kalau pagi itu hujan, tapi tadi cerah," kata Maulana di lokasi kejadian, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan‎, Sabtu (10/2/2018).

Baca: Astaga, Gadis 11 Tahun Melahirkan Anak dari Kakak Kandungnya

Menurutnya, bila saja pagi tadi Sandy tak mengajaknya bersepeda maka ia tidak akan melakukan hobinya itu.

"‎Kalau misalkan korban tadi pagi nggak bangun sebenarnya saya sih nggak apa-apa nggak sepedaan‎," paparnya.

Maulana mengatakan telah mengenal Sandy sejak 2015.

"Saya berteman sejak 2015, berawal dari komunitas lari," tuturnya.

Baca: Bingung Menyalakan Mobil, Pencuri ini Minta Bantuan Pemiliknya

Diberitakan sebelumnya, Raden Sandy Syafiek tewas usai menjadi korban tabrak lari saat sedang bersepeda di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2018) pagi.

Sandy dinyatakan meninggal dunia meski telah mendapat pertolongan di Rumah Sakit Jakarta.

Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Bandung, Jawa Barat.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved