Indonesia Rayakan Bulan Keharmonisan Antar Agama
Berbagai tokoh lintas agama hadiri acara yang bertemakan "Rukun dan Bersatu, Kita Satu" tersebut.
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yanuar Nurcholis Majid
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA- Indonesia rayakan World Interfaith Harmony Week 2018, di Jakarta Convention Canter (JCC), Minggu (11/2/2018).
Berbagai tokoh lintas agama hadiri acara yang bertemakan "Rukun dan Bersatu, Kita Satu" tersebut.
"Rangkaian hari ini merupakan puncak acara, maksudnya kita disini dapat duduk dan berpegangan bersama, walaupun kita berbeda namun kita tetap satu adanya," ucap Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, Minggi (11/2/2018).
Sebelum acara dimulai dilakukan prosesi potong tumpeng yang menandai bahwa Indonesia sejak tahun 2010 ikut merayakan World Interfaith Harmony Week.
"Kita menyakini dengan kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yag majemuk ini bisa bersama-sama untuk kemajuan bangsa," ujar Din Syamsuddin.
Baca: Kisah Pilu Bocah 11 Tahun Kehilangan 3 Anggota Keluarganya Akibat Kecelakaan Tanjakan Emen
Perayaan World Interfaith Harmony Week sendiri merupakan resolusi PBB untuk kerukuan umat beragama diseluruh dunia.
World Interfaith Harmony Week, merupakan usulan Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania pada tahun 2010.
Dirayakan setiap minggu pertama bulan Febuari, World Interfaith Harmony Week bertujuan mempromosikan keharmonisan antar umat beragama diseluruh dunia.
