Breaking News:

BPS Buka 800 Ribu Lowongan Petugas Pencacah, untuk Sensus Penduduk Tahun 2020

"Angka 800 ribu merupakan jumlah minimal dimana kebutuhan petugas pencacah paling banyak 1 juta tenaga pencacah."

TRIBUNJAKARTA.COM/YANUAR NURCHOLIS MAJID
M. Sairi Hasbulla, Deputi Bidang Statistik BPS,saat di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018) TRIBUNJAKARTA.COM/YANUAR NURCHOLIS MAJID 

Laporan Wartawan TribunNews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Demi menghadapi sensus penduduk tahun 2020 mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) berencana membutuhkan minimal 800 ribu petugas pencacah.

"Angka 800 ribu merupakan jumlah minimal dimana kebutuhan petugas pencacah paling banyak 1 juta tenaga pencacah," kata M. Sairi Hasbulla, Deputi Bidang Statistik BPS, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Jumlah tersebut menurut Sairi wajar, mengingat sensus penduduk Indonesia merupakan sensus terbesar ke empat didunia.

"Hal tersebut menjadi wajar karna sensus kita terbesar ke empat didunia setalah China, India, dan Amerika Serikat," kata Sairi.

Rencananya proses rekrutmen dilaksanakan pada awal tahun 2020, dan masyarakat bisa mendaftar asal sudah lulus pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain itu BPS juga akan mengadakan mini sensus pada Juli 2018 mendatang.

"Pada bulan Juli 2018, BPS akan mengadakan uji coba berupa mini sensus di beberapa wilayah, diantaranya Jakarta, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Jawa Barat," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto.

Dalam penyelenggaraannya nanti, BPS akan melakukan inovasi dalam penyelenggaraan SP yang diwujudkan dalam tiga point penting.

"Pertama BPS akan memanfaatkan teknologi geospasial sebagai kerangka induk, kedua penerapan sistem PAPI (paper and pancil interviewing), CAPI (computer assisted personal interviewing), CAWI (computer assistence and web interviewing, dan yang tiga menggunakan data registrasi penduduk," kata Suhariyato.

Menurutnya, dengan dilakukannya SP 2020 nanti akan mewujudkan kekuatan nasional dan sumber informasi.

"Nantinya hasil SP 2020 manjadi penting karena sumber informasi untuk setiap kementerian yang membutuhkan informasi guna pembangungan nasional," kata Suhariyanto.

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved