Breaking News:

Sering Dimarahi Ibunya, Anak SMP ini Gantung Diri

Mereka langsung menuju ke TKP dan menurunkan korban yang masih tergantung menggunakan seutas tali kabel yang melilit di leher korban.

Istimewa
Ilustrasi Gantung Diri 

TRIBUNJAKARTA.COM, BITUNG - Seorang siswa Muhamadiyah Kelas 8, Kelurahan Bitung Timur, Agil S (15) gantung diri.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga bersama dengan seorang anggota polisi Bripka Sofyan Hamzah yang kebetulan sementara tugas malam.

Melihat kejadian tersebut, mereka berdua langsung memberikan informasi kepada Herman Abdullah ayah tiri korban.

Baca: Guru yang Mencabuli Anak SD, Tampak Normal Kesehariannya

Mereka langsung menuju ke TKP dan menurunkan korban yang masih tergantung menggunakan seutas tali kabel yang melilit di leher korban.

Anggota Polsek Maesa langsung turun TKP dan melakukan olah TKP, di sana mereka menemukan lem ehabon yang baru saja dihirup.

Korban langsung dilarikan ke RS AL usai diturunkan, namun memang korban sudah tidak bernyawa lagi.

Setelah itu, korban langsung dibawa ke rumah duka di kelurahan Bitung Timur (Sari Kelapa) untuk disemayamkan.

Kompol Muhammad Kamidin mengatakan, dugaan sementara kejadian tersebut murni bunuh diri, lantaran tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh korban.

Baca: Bertebaran Tidak Teratur, Satpol PP Mulai Copot Alat Peraga Kampanye di Depok

"Sementara dugaannya seperti itu, ada keterangan juga bahwa korban ini habis dimarahi ibunya lantaran sering tidak masuk sekolah," jelasnya.

Ain ibu korban yang masih dirundung duka mengatakan sejak pagi sebelum berangkat sekolah, korban ia marahi karena sering tidak masuk sekolah dan selalu menghirup Ehabhone.

"Waktu itu dia sambil merajuk, berangkat ke sekolah hingga malam tidak pulang dan di temukan sudah gantung diri," ujarnya saat dimintai keterangan.(TRIBUN-MANADO.COM/Alpen Martinus)

Sumber: Tibun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved