Breaking News:

Polisi Sebut Efek Penggunaan Solar Oplosan Tidak Langsung Terlihat

harga jual ditawarkan perusahaan tersangka jauh lebih rendah daripada yang dipasarkan Pertamina

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA.
Wadir Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Ekonomi Bareskrim Kombes Pol Tahi Monang Silitonga (tengah) saat menjelaskan cara kerja pabrik solar palsu di Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wadir Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Ekonomi Bareskrim Polri Kombes Pol Tahi Monang Silitonga mengatakan konsumen kemungkinan mengetahui bahwa solar oplosan tidak memiliki kualitas yang baik.

Indikatornya, harga jual ditawarkan perusahaan tersangka jauh lebih rendah daripada yang dipasarkan Pertamina.

"Ada kemungkinan mereka tahu, karena kan harganya lebih murah daripada yang dijual Pertamina," kata Tahi Monang, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Baca: Tetangga Tidak Mengetahui Roro Fitria Ditangkap Polisi, Tahunya Justru dari Televisi

Kepada awak media, Tahi Monang menjelaskan bila efek dari menggunakan solar palsu tidak langsung menimbulkan dampak.

"Akibatnya (efeknya) enggak langsung terlihat, butuh waktu," ujarnya.

Diketahui, solar palsu yang diproduksi PT Tialit Anugerah Energi dijual kepada pelaku industri dan nelayan.

Menurut Tahi Monang, pembeli tergiur karena harga jualnya lebih murah dibanding yang dijual Pertamina.

Guna memproduksi solar palsu, Dirut PT Tialit Anugerah Energi memperkejakan 20 orang pegawai.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved