Kenapa Warna Merah Jadi Ciri Khas Saat Imlek, Ini Legendanya

warna merah bagi etnis Tionghoa ini berawal dari sebuah legenda Tiongkok tentang Nian atau seekor binatang buas.

Kenapa Warna Merah Jadi Ciri Khas Saat Imlek, Ini Legendanya
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
TRIBUN KALTIM/TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO DIHIASI LAMPION-Jelang tahun baru Imlek 2569,sejumlah lampion menghiasi Kelenteng Tian Ie Kiong, jalan Yos Sudarso Samarinda, Minggu (11/2/2018). Di tahun anjing, doa yang dipanjatkan supaya diberi kesehatan, usaha lancar. (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Warna merah menjadi ciri khas Tahun Baru China atau Imlek yang dirayakan hari ini Jumat (16/2/22018).

Hal itu terlihat dari sudah banyaknya ornamen-ornamen warna merah menghiasi berbagai tempat umum, misalnya di mal atau taman.

Warna merah biasa digunakan untuk aksesori berupa lampion hingga busana pada perayaan Imlek.

Ternyata warna merah pada perayaan Imlek ini memiliki legenda.

Dilansir readerdiggest, kepopuleran warna merah bagi etnis Tionghoa ini berawal dari sebuah legenda Tiongkok tentang  Nian atau seekor binatang buas yang meneror penduduk di desa di Tahun Baru dan suka memangsa hasil perkebunan, ternak bahkan anak-anak.

SAMBUT IMLEK --- Biokong, Vihara Nimmala, Boen San Bio, Kota Tangerang, sedang memasang 685 unit lampu lampion di plafon vihara yang merupakan salah satu cagar budaya di Kota Benteng ini, Jumat (2/2/2018). Menjelang perayaan Imlek, vihara yang didirikan tahun 1689 ini sedang sibuk bersolek mempercantik diri untuk menyambut umat yang datang untuk berdoa daan mengharap berkah. (WartaKota/Nur Ichsan) (Warta Kota/Nur Ichsan (SAN))
SAMBUT IMLEK --- Biokong, Vihara Nimmala, Boen San Bio, Kota Tangerang, sedang memasang 685 unit lampu lampion di plafon vihara yang merupakan salah satu cagar budaya di Kota Benteng ini, Jumat (2/2/2018). Menjelang perayaan Imlek, vihara yang didirikan tahun 1689 ini sedang sibuk bersolek mempercantik diri untuk menyambut umat yang datang untuk berdoa daan mengharap berkah. (WartaKota/Nur Ichsan) (Warta Kota/Nur Ichsan (SAN)) (Warta Kota/Nur Ichsan)

Nian ini merupakan seekor banteng berkepala singa.

Penduduk desa mengetahui bahwa Nian sangat takut pada api, kebisingan dan warna merah.

Oleh karena itu, warga desa pun mampu mengalahkan makhluk ini, dan sejak saat itu pula, warga menganggap bahwa merah adalah warna keberuntungan.

Dilansir wikipedia, dalam mitologi Tionghoa, nian adalah sejenis mahluk buas yang hidup di dasar laut atau di gunung.

Pada musim semi atau sekitar tahun baru Imlek, nian keluar dari persembunyiannya untuk mengganggu manusia, terutama anak-anak. Nian tidak menyukai bunyi-bunyian ribut dan warna merah.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved