Proyek Jalur Gannda di Stasiun Paling Timur Jakarta Dijadwalkan Rampung Oktober 2018

"Progres sudah 87 persen, sampai selesai itu kira-kira Oktober 2018 bersamaan dengan lima stasiun lain."

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zamrides mengatakan, progres pembangunan jalur kereta dwi ganda atau double-double track (DDT) di Stasiun Cakung, Jakarta Timur, sudah mencapai 87 persen.

"Progres sudah 87 persen, sampai selesai itu kira-kira Oktober 2018 bersamaan dengan lima stasiun lain," katanya saat meninjau Stasiun Cakung bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Minggu (18/2/2018).

Dirinya juga mengatakan, pembangunan jalur DDT di Stasiun Cakung tidak mengharuskan Kemenhub untuk melakukan pembebasan lahan.

Secara keseluruhan, pembebasan lahan untuk membangun jalur DDT adalah seluas delapan hektar.

Sekitar 54 persen diantaranya sudah dibebaskan.

"Di Cakung ini kita tidak ada pembebasan lahan. Pembebasan lahan DDT secara keseluruhan ada sekitar 8 hektar. Lahan DDT yang sudah dibebaskan sekitar 54 persen," kata Zamrides.

Sementara itu, proyek pembangunan jalur DDT Paket A yang meliputi Stasiun Manggarai, Matraman, dan Jatinegara sudah mencapai 50 persen lebih.

Zamrides menjelaskan, sesuai target Kemenhub, keseluruhan pembangunan jalur DDT akan rampung tahun 2022.

"Paket A sekarang progres (Stasiun) Manggarai 70 , Matraman dan Jatinegara 50 persen. Secara keseluruhan target tahun 2022. Manggarai sampai Jatinegara target kita selesai 2019," katanya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved