Penumpang OK OTrip Bisa Naik Transjakarta Gratis Ini Syaratnya
Kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait angkutan perkotaan (angkot) berbasis OK OTrip resmi di lakukan ujicoba mulai hari ini, Senin (19/2/2018).
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait angkutan perkotaan (angkot) berbasis OK OTrip resmi di lakukan ujicoba mulai hari ini, Senin (19/2/2018).
Salah satunya seperti yang terlihat pada angkutan OK-4 jurusan Grogol-Tubagus Angke yang ada di Terminal Grogol, Jakarta Barat.
Angkot yang tergabung dalam OK OTrip dipasangi alat yang digunakan untuk menempel kartu OK OTrip para penumpang.
Sehingga para sopir yang tergabung dalam OK OTrip sama sekali tidak menerima uang tunai dari penumpang.
"Jadi cukup tempelin kartunya di alat yang disediakan di dalam angkot," ujar Kepala Terminal Grogol, Frendy Manalu saat ditemui wartawan TribunJakarta.com, di Terminal Grogol, Jakarta Barat, Senin (19/2/2018).
Frendy mengatakan nantinya para penumpang wajib menempelkan kartu OK OTrip disaat naik dan turun angkutan.
Namun, selama masa percobaan ini penumpang digratiskan menaiki angkutan OK OTrip.
Adapun biaya yang dipatok OK OTrip sama seperti ongkos Transjakarta yakni Rp 3.500 untuk rentang waktu selama tiga jam.
"Jadi kalau penumpang selama tiga jam itu, mau naik Transjakarta kemudian disambung naik OK Trip,atau sebalinya, asalkan durasinya dibawah tiga jam tidak perlu bayar lagi. Cukup tempelkan kartunya saja," jelas Frendy.
Baca: Sylvester Stallone Dikabarkan Meninggal Dunia, Instagram Pribadinya Dibanjiri Ucapan Belasungkawa
Sedangkan para sopir, kata Frendy, akan mendapatkan upah berdasarkan kilometer yang ia tempuh dalam satu bulan.
"Sopir itu dibayar Rp 3.400 per kilometer jadi bukan pakai sistem setoran," kata Frendy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ok-oce_20180219_193219.jpg)