Pedagang Pasar Bengkok Sering Keluhkan Pungutan Liar
Tidak hanya Iif tetapi seluruh pedagang pun dipungut biaya 'keamanan'.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG -Aksi pemungutan liar (pungli) masih terjadi di Pasar Bengkok Tangerang.
Iif seorang pedagang Pasar Bengkok mengeluhkan sering terjadinya pungli.
Hampir 10 tahun Ia berdagang disana dan selama itu juga Ia dipungut biaya keamaan oleh anak muda sekitar.
Tidak hanya Iif tetapi seluruh pedagang pun dipungut biaya 'keamanan'.
Pelaku relatif masih muda dan berkelompok.
Baca: Kondisi Korban Kecelakaan Kerja di Tol Becakayu Mulai Stabil
"Mengakunya sih untuk biaya keamanan tapi yah kami tau itu sebenernya minta-minta saja," ujar Iif saat ditemui TribunJakarta.com di Kawasan Tangerang, Selasa (20/2/2018).
Pedagang rata-rata takut karena mereka berkelompok dan seperti sudah menguasai daerah Pasar Bengkok ini.
Anak muda itu biasanya memungut biaya sehari sekali ke setiap pedagang.
"Bayarnya mah seikhlasnya mas tapi kalo dikit suka mengeluh," tambah Iif.
Biasanya Iif membayar Rp 5 ribu per harinya.
Saat dagangan tidak terlalu laku biasanya ia cukup membayar Rp 2 ribu.
"Kadang saya kasih satu batang rokok saja," papar Iif sambil menggaruk kepala.
Meskipun tidak memalak pembeli namun kegiatan ilegal ini cukup mengganggu pedagang yang jualan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/iif_20180220_125727.jpg)