52,6 Juta Tenaga Kerja Manusia Berpotensi Digantikan Robot

Bambang merinci, setidaknya ada beberapa sektor yang berpotensi tergerus oleh otomatisasi. Pertama, pertanian sebanyak 49 persen.

52,6 Juta Tenaga Kerja Manusia Berpotensi Digantikan Robot
Tribun Jabar / Gani Kurniawan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menyampaikan pemarapannya saat memberikan Kuliah Umum bertajuk Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional di kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jumat (25/8/2017). Dalam kuliah umumnya, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air untuk memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional sehingga mampu bersaing dengan negara lain. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro mengakui robot bisa menggantikan tenaga kerja manusia nantinya.

Bambang membeberkan, hasil penelitian lembaga konsulten manajemen global, McKinsey menyatakan 52,6 juta pekerjaan karena adanya proses otomatisasi itu. Angka tersebut setara dengan 52 persen angkatan kerja di Indonesia.

“Sebanyak 60 persen jabatan pekerjaan di dunia memakai otomasi. 30 persen akan digantikan oleh mesin canggih,” papar Bambang saat menjadi pembicara kunci di acara Seminar Ekonomi Nasional, Quo Vadis Digital Ekonomi Indonesia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Baca: Belasan Artis Ibu Kota Geruduk Markas Polres Jakarta Selatan, Ada Apa? 

Bambang merinci, setidaknya ada beberapa sektor yang berpotensi tergerus oleh otomatisasi. Pertama, pertanian sebanyak 49 persen.

Di sektor manufaktur, bisa tergerus 65 persen. Konstruksi sebantak 45 persen, dan transportasi dan pergudangan 64 persen.

Jika ditelisik lebih lanjut, rata-rata pekerjaan yang berpotensi hilang tersebut adalah jenis pekerjaan yang sifatnya operator, sehingga jenis pekerjaan itu tidak lagi relevan ketika ada teknologi yang canggih.

“Ini masalah di banyak negara, bukan cuma indonesia,” lanjut Bambang.

Baca: Setelah Pelakor Muncul Video Perebut Bini Orang di Lampung, Begini Nasibnya

Namun demikian, Bambang menyebut masih ada beberapa sektor pekerjaan yang masih akan tetap eksis di masa depan. Pekerjaan tersebut, rata-rata memiliki keahlian yang spefisik dengan keterampilan menengah tinggi.

“Arsitek, surveyor, manajer konstruksi, pengawas konstruksi dan pekerja masih ada. Gak mungkin semua jembatan dibangun robot,” kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menyebutkan, jenis pekerjaan yang juga akan tetap eksis adalah yang bekerja di industri kreatif seperti seniman.

Selain itu, kata dia, guru dan dosen juga akan tetap dibutuhkan kendati sekarang sudah jamannya kuliah dengan video conference.

“Meski itu universitas jarak jauh, beda rasamya kuliah video conference dengan kuliah ketemu langsung,” kata dia.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved