Ada Tanda Dilarang, Pengunjung PGC Tetap Salat di Bawah Tangga Darurat
Pengelola PGC sebenarnya, sudah menyediakan masjid di lantai tujuh untuk pegawai atau pengunjung yang ingin menunaikan ibadah salat.
Penulis: Ikhsan abrianto | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ikhsan Abrianto.
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI -- Beberapa pengunjung dan pegawai Pusat Grosir Cililitan (PGC), nekat salat di bawah tangga darurat karena jauhnya masjid di sana.
Pantauan TribunJakart.com, Kamis (22/2/2018), pengunjung dan pegawai di PGC silih berganti melakukan salat di bawah tangga darurat yang berada di lower groundPGC
Tepatnya di sebelah kamar mandi di lower ground pusat Grosir Cililitan.
Pengelola PGC sebenarnya, sudah menyediakan masjid di lantai tujuh untuk pegawai atau pengunjung yang ingin menunaikan ibadah salat.
Tanda peringatan untuk tidak melakukan ibadah solat bawah tangga darurat juga sudah terpasang.
Namun, pengunjung atau pegawai PGC lebih memilih solat disana karena faktor jarak yang lebih dekat.
"Ada masjid di lantai tujuh disini buat darurat aja, banyak yang disini soalnya di lantai tujuh kejauhan," kata Siti seorang pengunjung.
Para jamaah berwudhu di ruang janitor yang mempunyai luas hanya sekitar 2x4 meter.
Ruang tersebut hanya bisa menampung dua orang, karena itu jemaah harus menunggu dan bergantian untuk wudhu.
Tidak jarang wanita yang berwudhu berhati-hati berjalan melewati jemaah pria yang menunggu giliran berwudhu agar tidak membatalkan wudhunya.
Di bawah tangga tersebut sudah di sediakan sajadah dan mukena untul para jamaah yang ingin menunaikan ibadah solat.
Harapan untuk membangun tempat ibadah yang dekat dengan lantai bawah diutarakan oleh pengunjung.
"Semoga ada tempat ibadah yang di bawah, walau gak besar gapapa yang penting nyaman," ujar Ali seorang pengunjung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/salat-dibawah-tangga_20180222_170930.jpg)