Inilah 4 Fase Siklus Rambut yang Harus Kamu Ketahui

dr Gloria Novelita SpKK menjelaskan kalau terdapat empat proses atau fase siklus pada rambut.

TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Acara Dove Hairlympic Studio di Jakarta Selatan (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunjakrta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Rambut merupakan mahkota untuk wanita, dimana memiliki rambut yang indah pastinya menjadi idaman setiap wanita.

Wanita akan merasa panik ketika rambut mulai mengalami kerontokan.

Karena bukan hanya mengganggu penampilan, rupanya rambut rontok juga menimbulkan dampak psikologis seperti ketidaknyamanan atau merasa menjadi kurang "cantik".

Namun perlu diketahui bahwa rontoknya rambut merupakan bagian dari Fase Siklus rambut.

Kepada TribunJakarta.com, Dr Gloria Novelita SpKK yang merupakan seorang pakar rambut menjelaskan, bahwa terdapat empat proses atau fase siklus pada rambut.

"Fase pertama dinamakan anagen, anagen adalah fase pertumbuhan dimana dibutuhkan waktu dua hingga enam tahun untuk pertumbuhan rambut," ujar Dr Gloria Novelita di Hotel the Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Baca: Arie Kriting : Artis Pakai Narkoba Sama Dengan Pejabat Yang Makan Duit Rakyat

Selanjutnya Dr Gloria menjelaskan fase kedua, dimana fase ini dinamakan Resting atau transisi, dalam masa ini dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk rambut bertransisi.

Selanjutnya adalah fase telogen atau masa rambut untuk beristirahat sekitar tiga sampai empat bulan.

Dan terakhir adalah fase eksogen dimana rambut yang akarnya tidak terlalu kuat akan melepas.

"Jika mengalami kerontokan diluar kewajaran, itu berarti rambut tersebut tidak melalui proses keempat fase tersebut," ujar Dr gloria.

Dr Gloria juga menyarankan, agar rambut tidak mengalami kerontokan yang parah, para wanita harus memperhatikan beberapa hal.

Diantaranya adalah memenuhi nutrisi yang cukup meliputi protein dan mineral, olahraga teratur dan tidak stres.

Karena stres penyebab utama rambut rontok, dan ketika rambut rontok, akan membuat stres menjadi bertambah lagi.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved