Ada 74 Kasus DBD di Jakarta Barat Sepanjang Januari - Februari 2018
Kasus DBD tersebut ditemukan di 20 kelurahan dari total 56 kelurahan yang ada di Jakarta Barat.
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Ilusi Insiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Selama Januari hingga Februari 2018, sebanyak 74 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di wilayah Kota Jakarta Barat.
Kasus DBD tersebut ditemukan di 20 kelurahan dari total 56 kelurahan yang ada di Jakarta Barat.
Penemuan kasus DBD terbanyak ada di Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
"Kelurahan Wijaya Kusuma berada di posisi pertama dengan temuan sebanyak 20 kasus DBD," kata Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini.
Hal tersebut disampaikan Rini saat rapat monitoring dan evaluasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kantor Walikota Jakarta Barat.
Atas kejadian DBD tersebut Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan melakukan penanganan langsung ke wilayah yang warganya terjangkit DBD.
Baca: Nonton Seleksi Pemain, Awang Rindu Saksikan Pertandingan Sepakbola di Stadion Benteng Tangerang
"Intervensi melibatkan tim terpadu dari kelurahan, tim medis puskesmas kelurahan dan kecamatan juga turun untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk di pemukiman warga yang ditemukan kasus DBD," ucap Rini, Senin (26/2/2018).
Rini mengatakan, antisipasi juga ditingkatkan menjelang terjadinya puncak DBD pada April sampai dengan Mei 2018.
"Kasus DBD meningkat sekitar dua bulan setelah puncak musim hujan berakhir. Ini merupakan siklus tahunan dan penanganannya dilakukan secara terpadu bersama warga," ujar Rini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ils_20180226_175417.jpg)