Kisah Ayah Agus Yanto, Tawanan PKI yang Diselamatkan Divisi Siliwangi

"Dulu ayah saya sebagai petugas pos sedang berkendara motor. Tapi kemudian ia diringkus oleh kawanan PKI," kata Agus Yono.

Kisah Ayah Agus Yanto, Tawanan PKI yang Diselamatkan Divisi Siliwangi
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Agus Yanto, menceritakan kisah ayahnya jadi tawanan PKI, Magetan, Jawa Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAGETAN - Malam mencekam kala Soeharto Prawirasaputro mengendarai sepedanya di sekitar Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sekitar tahun 1948.

Sewaktu di perjalanan dengan hawa dingin menusuk tulang, ia menembus kabut dengan sepedanya.

Namun, segerombolan orang di hadapannya tiba-tiba menghadang saat Soeharto berkendara di jalan.

Kemudian mereka menjarah semua harta benda miliknya termasuk sepeda itu.

Para pelaku yang dikenal dengan begal di zaman sekarang itu bukanlah kawanan kriminal kelas teri.

Mereka merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang merupakan partai besar di Indonesia saat itu.

Anggota PKI itu menciduk Soeharto dan menculiknya ke dalam WC yang berukuran sempit.

Nasib baik pun masih memihak Soeharto. Ia urung untuk dihabisi nyawanya. Pasalnya, salah satu anggota PKI mengenal dekat Soeharto. Alhasil, ia dicebloskan di WC hingga batas waktu tak tentu.

Beberapa waktu berselang, Divisi Siliwangi dari Jawa Barat ditugaskan menyisir kawasan Jawa Timur untuk menumpas pergerakan PKI yang kian membahayakan.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved