Breaking News:

BNN: Kasus Pencucian Uang Rp 6, 4 Triliun Dilakukan Gembong Narkoba Terpidana Mati 2 Kali

"Kasus yang kita tangani tidak berdiri sendiri tapi terkait dengan kasus narkoba atas nama Poly Candra dan Togiman. Terpidana 2 kali divonis mati."

Penulis: Ikhsan abrianto | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/IKSAN ABRIANTO
Konfersi pers kasus pencucian uang, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ikhsan Abrianto

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI -- Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil mengungkap kasus pencucian uang dengan nilai Rp 6,4 triliun.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, kasus tersebut masih bersangkutan dengan bandar narkoba Togiman alias Toge alias Tony (60), yang juga terpidana dua kali hukuman mati.

"Kasus yang kita tangani tidak berdiri sendiri tapi terkait dengan kasus narkoba atas nama Poly Candra dan Togiman. Togiman sekarang sudah jadi tokoh tenar di BNN karena sudah 2 kali divonis mati tapi belum eksekusi. Sekarang ditambah TPPU ini 17 tahun penjara," kata Arman dalam konferensi pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2018).

Baca: Mabes Polri Sudah Serahkan Daftar Nama Pengganti Kepala BNN ke Presiden Jokowi

Baca: Anies Baswedan Ingin Bertemu BNN Soal 36 Diskotek Terlibat Narkoba, Begini Reaksi Buwas

Arman menjelaskan, sempat kesulitan dalam penangkapan tersangka pencucian keuangan tersebut.

Hal ini lantaran banyaknya identitas tersangka, berakibat susah untuk dilacak dan aset yang dimiliki.

"Ada kesulitan di lapangan terutama saat pelacakan aset dan tersangka sendiri. Tersangka utama bernama devi yuliana mempunyai identitas sangat banyak sekali. Sehingga kita sulit identifikasi, jika hanya dari rekening dan aset di lapangan. Namun pada februari sekitar tgl 14 februari 2018, yuliana ada di Jakarta dan kita tangkap. Dari penangkapan tersebut kita kembangkan kemudian tangkap 2 tersangka lain Hendi Ramli dan Fredi Hirunusa," ujarnya.

Menurutnya, atas kasus pencucian uang ini, para tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Ancaman hukuman buat kasus narkobanya maksmal hukuman mati dan kasus pencucian uang 20 tahun," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved