Kepala Daerah yang Inovatif Bisa Mendorong Perekonomian Daerah

Menurut Dianta, hal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi jika pilkada menghasilkan kepala daerah yang inovatif.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
TribunJakarta.com/Istimewa
Pengamat Ekonomi Karuniana Dianta A. Sebayang TRIBUNJAKARTA.COM/ISTIMEWA 

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Forum Diskusi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar Diskusi Publik tentang Dampak Pilkada Serentak Terhadap Perekonomian (Pangan) Indonesia.

Pengamat Ekonomi, Karuniana Dianta A. Sebayang menilai pilkada serentak 2018 tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Menurut Dianta, hal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi jika pilkada menghasilkan kepala daerah yang inovatif.

Baca: Ini Susunan Pemain Persija Jakarta Hadapi Tampines Rover

“Pilkada ini memang membutuhkan dana yang cukup besar, tapi itu tidak diperuntukkan untuk masyarakat secara umum. Tapi untuk saksi dan tidak berdampak signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di daerah” uja Dianta, di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2018).

Senada dengan Ketua Bidang Ekonomi PB PMII, Ilhamuddin, mengatakan bahwa meski Pilkada membutuhkan dana besar, namun itu menguntungkan perseorangan.

Hal itu kata Ilhamudin tidak menguntungkan daerah atau masyarakat secara umum.

Baca: 2 Hari Lagi Tayang, Warganet Minta Pemeran Dito di Film Teman Tapi menikah Diganti

“Memang benar membutuhkan kaos, bendera dan lain-lain. Tapi dampaknya itu kepada person-person, tidak berdampak secara komprehensif terhadap masyarakat,” kata Ilhamudin

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved