Seperti Ini Penjagaan Ketat di Ruang Periksa Baasyir di RSCM
apa yang terlihat di luar, berbeda sama sekali dengan di dalam ruang pemeriksaan Baasyir yang ada di lantai 7 klinik tersebut.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tidak terlihat adanya penjagaan berarti di klinik Kencana RSCM Jakarta, Kamis (1/3/2018) pagi, meski terpidana tindak terorisme, Abu Bakar Baasyir akan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Tidak ada pengamanan dari pihak kepolisian setempat untuk menjaga kawasan tersebut.
Namun, apa yang terlihat di luar, berbeda sama sekali dengan di dalam ruang pemeriksaan Baasyir yang ada di lantai 7 klinik tersebut.
Pukul 10.40WIB, dua unit mobil datang ke RSCM dan membawa sekitar 15 orang polisi yang berpakaian lengkap dan dua orang pria yang berpakaian dinas pegawai Kementerian Hukum dan HAM. Mereka ikut untuk mengantar Abu Bakar Baasyir menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baca: Saat Dirusak Ratusa Driver Ojek Online di Senen, Ada Tiga Orang di Dalam Mobil Nissan X-Trail
Kuasa Hukum Baasyir, Guntur Fattahillah mengungkapkan setidaknya terdapat 10 orang polisi menggendong senjata laras panjang di dalam ruangan yang memiliki luas 8x10 meter itu.
Di setiap lantai yang akan menuju lantai tempat Baasyir diperiksa, dijaga satu orang polisi memakai laras panjang dan akan menanyakan keperluan orang-orang yang berada di lantai tersebut.
"10 polisi laras panjang di dalam ruangan dan satu orang tiap lantai. Cek saja ke dalam," katanya.
Baca: Fuad Sebar Foto-foto Palsu Soal Orang Gila Aniaya Tokoh Agama, Begini Motifnya
Dia mengatakan, hampir semua orang yang ada di dalam ruangan itu, tidak boleh mengabadikan foto atau video dari pendiri Pondok Pesantren Ngruki, Surakarta tersebut.Termasuk dirinya.
"Minta dihapus sama polisinya. Tidak tahu kenapa? Ketat sekali di dalam," tukasnya.
Dia menilai, apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang menjaga, terlalu berlebihan, pasalnya, Baasyir sedang menjalani pemeriksaan oleh tim dokter RSCM yang menangani. Tidak mungkin, kata dia, kliennya akan bertindak gegabah ataupun melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca: Pengumuman, Telkomsel Tetap Buka Layanan Registrasi Prabayar Hingga 30 April 2018
"Ya pasti berlebihan. Ngapain ada polisi laras panjang di dalam kamar? Banyak lagi," tegasnya.
Dia berharap, hal itu tidak terjadi lagi ketika pemeriksaan lanjutan di RSCM pada 8 Maret 2018 mendatang, serta tidak perlu lagi ada pihak kepolisian memakai rompi dan senjata laras panjang yang ada di dalam ruangan.
"Silakan saja kalau ada polisi di dalam. Tapi ya tidak laras panjang juga dibawa," katanya.(tribunnews/amriyono prakoso)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/abu-bakar-baasyir_20180301_182332.jpg)