Cap Go Meh 2018
Aryo Djojohadikusumo Ingin Toleransi dalam Perayaan Cap Go Meh Dijaga dan Dipertahankan
Menghadapi tahun politik, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo berharap masyarakat tidak terpecah belah.
Penulis: Wahyu Aji | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo berharap semangat toleransi dalam perayaan Cap Go Meh yang digelar di berbagai daerah harus dijaga dan dipertahankan.
Apalagi, menghadapi tahun politik.
Untuk itu dirinya berharap masyarakat tidak terpecah belah.
"Ini menjadi barometer bangsa ini bangsa yang toleran dan menghargai perbedaan," kata usai mendampingi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat acara Festival Cap Go Meh di kawasan, Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018).
Menurutnya, perayaan Cap Go Meh yang digelar di kawasan Glodok, Jakarta Barat merupakan wujud perayaan keberagaman masyarakat Jakarta.
"Ini bukan hanya warga Tionghoa tapi seluruh warga Jakarta. Bahwa disini merayakan keberagaman," kata Aryo.
anggota DPR Komisi VII ini menjelaskan, hal ini bisa dilihat dari atraksi Barongsai yang ditampikan saat acara berlangsung.
Aksi yang menyedot perhatian pengunjung itu tak disangka dilakukan oleh dua orang berbeda latar belakang suku dan agamanya.
"Itu juga merupakan dari berbagai macam suku, agama, maupun ras. Td kan ada dua orang, yang satu katolik yang satu muslim. Jadi bukan warga Tionghoa, tapi merupakan bagian dari budaya kita, budaya Jakarta, dan mari kita lestarikan ini," katanya.