Tips Merawat Golok Tradiosional Agar Tidak Bau dan Berkarat, Jangan Gunakan Minyak Goreng
Minyak goreng dinilai dapat menyebabkan bau pada golok setelah disimpan usai dibersihkan.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Adus salam, seorang penggerak Golok KOALA (Koleksi Anak Lenteng Agung) menjelaskan tips dalam merawat golok tradisional agar tak mudah bau dan berkarat.
Hal ini dijelaskan olehnya pada TribunJakarta.com di pameran budaya Betawi Setu Babakan Sabtu (3/3/2018).
Baca: Sandiaga Uno Menjerit Digigit Barongsai, Begini Reaksinya
"Golok itu macam-macam bahannya, harganya pun dari ratusan ribu rupiah, hingga jutaan" katanya.
Bagi yang gemar mengoleksi benda legendaris ini sering kali membersihkannya dengan olesan minyak goreng agar terlihat mengkilap dan licin.
Menurut Adus Salam, hal tersebut justru sangat tidak dianjurkan. Mengapa?
Baca: Polisi Akan Tegur Pengemudi yang Merokok dan Dengarkan Musik Sambil Berkendara
Minyak goreng dinilai dapat menyebabkan bau pada golok setelah disimpan usai dibersihkan.
"Minyak goreng, bisa bikin golok jadi kering dan bau" katanya.
Lebih lanjut Adus menjelaskan sebaiknya golok tersebut dibersihkan dengan menggunakan minyak singer dan krim langsol atau krim batu hijau.
Cukup di oleskan, minyak singer dapat membersihkan bagian bagian golok tanpa membuat permukannya menjadi kering dan bau.
Begitupun dengan krim langsol atau krim batu hijau.
Baca: Ditantang Izinkan PKL Berdagang di Trotoar Depan Istana Negara, Ini Jawaban Sandiaga
Krim yang bertekstur kental serta berwarna hijau ini dianggap dapat membuat permukaan pisau pada golok menjadi bening dan berkilau.
Selain unik, golok tradisional merupakan sebuah benda legendaris yang memiliki nilai budaya cukup tinggi.
Karena hal ini, beberapa masyarakat merasa tertarik untuk menjadikan golok tradisional sebagai bahan koleksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/golok-tradisional_20180303_183757.jpg)