Pemain Reog Ponorogo di Karnaval Cap Go Meh Buka Rahasia Angkat Topeng
"Enggak ada mistis, Bang, kekuatannya tuh ada di rahang dan leher," ujarnya.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Laporan Wartawan TribunKakarta, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNKAKARTA.COM, TAMANSARI - Reog Ponorogo merupakan kesenian yang dipamerkan dalam Karnaval Cap Go Meh Glodok 2018, Minggu (4/3/2018).
Reog merupakan kesenian yang dimainkan beberapa orang menggunakan topeng yang sangat besar.
Ukuran satu topeng sekitar 2x6 meter dengan berat mencapai 60 kilogram.
Baca: Karnaval Cap Go Meh Selesai, Arus Lalulintas Kembali Dibuka
Topeng sebesar dan seberat itu hanya ditopang menggunakan gigi.
Banyak yang mengatakan untuk memainkan Reog diperlukan ritual tertentu.
Namun Bayu Rizka, salah satu pemain Reog di Karnaval Cap Go Meh ini membantahnya.
Ia mengatakan kunci kekuatan untuk memainkan reog ada pada rahang dan leher.
Baca: Deretan Fakta Penembakan Studio Soneta: Kronologi, Kejanggalan, Sampai Reaksi Rhoma Irama
"Enggak ada mistis, Bang, kekuatannya tuh ada di rahang dan leher," ujarnya.
Bayu sudah belajar bermain Reog sejak kelas lima SD dan sudah melatih rahang dan lehernya selama itu juga.
"Sudah sejak kelas lima SD latihan," ujarnya lagi.