BBM Oktan Rendah Bisa Memicu Kanker

Safrudin menjelaskan, BBM oktan rendah akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna.

BBM Oktan Rendah Bisa Memicu Kanker
Google.com
Ilustrasi dokter sedang menyuntik pasien. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mengingatkan bahan bakar minyak (BBM) oktan rendah bisa memicu penyakit.

“Sangat berbahaya untuk kesehatan. BBM oktan rendah bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker,” kata Diretur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Safrudin menjelaskan, BBM oktan rendah akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna.

Baca: Polisi Temukan Keterkaitan Saracen dengan MCA,Ini Penjelasannya

Ini terjadi, karena terbakarnya BBM di dalam ruang bakar hanya hanya karena tekanan mesin, bukan karena percikan api dari busi.

Akibatnya, selain menjadikan mesin mengelitik (knocking), juga membuat banyak BBM terbuang dan menjadi emisi hidrokarbon, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida melalui knalpot.

“Emisi hidrokarbon inilah yang memicu kanker,” tegas Safrudin.

Baca: Din Syamsuddin Menduga Kejadian Kekerasan Terhadap Pemuka Agama Terorganisir

Menurut Safrudin, KPPB telah melakukan penelitian bersama Universitas Indonesia (UI).

Hasilnya menunjukkan, bahwa rat-rata air seni masyarakat Jakarta mengandung polysiclic aromatic hydrocarbons (PAH) 2.200 mg kreatinin.

Angka tersebut, lanjut Safrudin sangat tinggi karena standar World Health Organizazation (WHO) hanya memperbolehkan 500 mg kreatinin.

Baca: Banyak Isu Provokasi, Din Syamsuddin Meminta Seluruh Pemuka Agama Jangan Terpancing Emosi

Selain itu, di dalam urine juga ditemukan benzene yang juga sangat tinggi, yaitu 8,9 mg.

Angka tersebut jauh di atas standar WHO, yaitu maksimal hanya boleh 0,3 mg kreatinin.

“PAH dan benzene pada urine masyarakat Jakarta tersebut berasal dari pencemaran hidrokarbon kendaraan bermotor. Jadi wajar saja, jika angka penderita kanker di Jakarta tinggi dan terus meningkat,” imbuhnya.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved