Menko Luhut Tidak Batasi Jam Kerja Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Meski Buat Macet

Tetapi Luhut mengatakan hingga saat ini tidak ada kebijakan untuk mengatur jam operasi pembangunan infrastruktur.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Istimewa
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan 

Laporan wartawan Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui pembangunan Tol Jakarta-Cikampek membuat arus lalu lintas tersendat.

Hal itu terjadi di tol sepanjang 72 km.

Tetapi Luhut mengatakan hingga saat ini tidak ada kebijakan untuk mengatur jam operasi pembangunan infrastruktur.

Baca: Makan Malam Romantis Berantakan, Ini Kesaksian Suami Sridevi

Karena dikhawatirkan penyelesaian akan lebih lama, sehingga bisa menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan.

"Jam operasi nggak diatur, nanti jadi lama selesainya. Jadi lama, jadi macetnya tambah lama," ungkap Luhut saat ditemui di uji coba Ganjil-Genap di Jakarta Pusat, Senin (5/3/2018).

Maka Luhut berharap dengan adanya program baru di tol Jakarta-Cikampek yakni Ganjil-Genap di Bekasi Timur dan Bekasi Barat, Lajur Khusus Bus Penumpang, dan Pembatasan Angkutan golongan III, IV dan V, bisa dapat mengurangi kemacetan.

Baca: Polisi Selidiki Para Orang Gila yang Menyerang Ulama

"Kita mau kita benahi semua, jadi ide Menteri Perhubungan sudah bagus banget. Jadi kami sudah rapat beberapa kali untuk terus memastikan program tersebut," tutur Luhut.

Tentunya proyek-proyek pembangunan yang sedang berlangsung di Jakarta-Cikampek yakni Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dan Tol Layang Jakarta-Cikampek saat beroperasi nanti dapat mengurangi kemacetan di ruas tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga itu.

"Ya sekarang stakeholder lagi cari caranya (agar mengurangi kepadatan), harusnya ada tapi (kemacetan) memang gak bisa dihindari juga," ujar Luhut.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved