Ditinggal Sendirian, Balita Naik Baby Walker Tewas Tercebur Kolam Ikan

Ditinggal orangtua salat, kakak mandi, seorang balita tujuh bulan berjalan dengan baby walker lalu tercebut ke kolam ikan samping rumah.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
Dok Humas Polres Purbalingga
Anggota Polsek Karangreja, Purbalingga, Kamis (8/3/2018) malam, sedang mengolah tempat kejadian perkara meninggalnya balita tujuh bulan yang tercebur ke dalam kolam ikan samping rumah, Kamis (8/3/2018) malam. DOK HUMAS POLRES PURBALINGGA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Iswidodo

TRIBUNJAKARTA.COM, PURBALINGGA - Seorang balita bernama Fairel Ase tewas tercebur ke dalam kolam ikan orangtuanya di Desa Tlahab Lor, Karangreja, Purbalingga, Kamis (8/3/2018) malam.

Anggota Polsek Karangreja, didampingi petugas medis dari puskesmas setempat, datang ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Bayi usia tujuh bulan tersebut anak pasangan Abdul Aziz Purnomo (37) dan Kalimah (34), warga Desa Tlahab Lor RT 1 RW 5.

Saksi mengatakan korban dititipkan kepada kakaknya, Rinasih (15), karena kedua orangtuanya hendak salat Magrib.

Baca: Istri Bercerita Pollycarpus Bekerja di Perusahaan Tommy Soeharto

"Oleh kakaknya, korban ditempatkan pada alat bantu berjalan (baby walker) kemudian ditinggal mandi. Selesai mandi, korban sudah tidak berada di tempatnya. Saat dicari, korban berikut baby walker sudah tercebur kolam ikan di samping rumah," jelas Kapolsek Karangreja AKP Nur Susalit.

Kakak korban kemudian berteriak minta tolong, kedua orangtuanya datang dan menolong korban dan membawanya ke Puskesmas Bobotsari.

Dalam perjalanan menuju puskesmas korban meninggal.

Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, diduga korban yang saat itu sendirian berjalan dengan baby walker.

Korban berjalan hingga ke kolam karena pintu dapur tidak ditutup.

Akibatnya korban tercebur ke kolam berukuran 2x4 meter dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter.

Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Bobotsari, penyebab meninggal dunia korban karena gangguan pernafasan.

Korban yang masih bayi tidak bisa berenang saat tercebur ke dalam kolam yang menyebabkan gagal napas dan meninggal sebelum mendapatkan pertolongan.

"Tidak ada tanda penganiayaan atau kekerasan fisik di tubuh korban. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tambah kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan selalu mengawasi aktivitas anak yang masih balita.

Jangan sampai dibiarkan sendiri, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved