Kisah Kelam Dibalik Nama Jalan Kramat di Jakarta, Apa Itu?

"Dulu kalau gali sumur nemunya tengkorak, makannya daerah sini namanya Kramat," ungkap Ventye.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak depan satu rumah berukuran besar yang diduga bekas rumah pejabat Belanda di jalan Kramat delapan, Kenari, Senen, Jakarta Pusat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Seorang warga yang tinggal di jalan Kramat tujuh Ventye (73) mengatakan  nama Kramat diambil dari kelamnya sejarah yang terjadi.

Ventye mengatakan nama Kramat diambil dari banyaknya tentara Belanda dan rakyat Indonesia yang dibunuh pada massa penjajahan Jepang.

"Dulunya komplek rumah orang Belanda ditahan pakai bambu, jadi mereka enggak boleh keluar sama orang Jepang. Suami-suaminya masuk penjara di Salemba sama Cipinang," kata Ventye kepada TribunJakarta.com.

Baca: Tidak Mau Ditilang, Pengendara Motor di Bogor Hajar Polisi Pakai Kayu Balok

Ia mengatakan di kali Ciliwung dekat jalan Kramat dijadikan tempat pembantaian orang Belanda dan rakyat Indonesian.

Ventye menuturkan sekira tahun 1950 ketika warga di jalan Kramat ingin menggali sumur, warga kerap menemukan tengkorak.

"Dulu kalau gali sumur nemunya tengkorak, makannya daerah sini namanya Kramat," ungkap Ventye.

Baca: Berbagai Fakta Hari Darmawan: Berawal Toko Mickey Mouse Sampai Pelopor Department Store

Dia mengatakan bila cerita tersebut didapatnya dari ayah dan kakak perempuannya.

Ventye mengatakan bila ketika Jepang kalah pada tahun 1945, orang keturunan Belanda yang ditahan di rumahnya melarikan diri ke negara asalnya.

"Waktu orang Belanda pada balik ke negaranya, masuk lah warga. Ayah saya punya teman orang Belanda," jelas dia. Sabtu (10/3/2018).

Ventye mengaku pengetahuan sejarahnya didapat dari buku sejarah yang dibuat ayahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dulunya ketua RT justru dilantik Wali kota Jakarta.

"Dulu ketua RT yang melantik itu Wali kota Jakarta, pak Soediro," lanjut Ventye.

Soediro yang dimaksud Ventye merupakan kakek dari aktor Tora Sudiro.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved