Liga Champions

AS Roma vs Shakhtar Donetsk: Giallorossi Contoh Cara Main Juventus

Ada satu hal yang AS Roma harus lakukan untuk melaju ke babak perempat final Liga Champions 2017/18. I Giallorossi harus mencontoh Juventus

AFP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTE
Kostas Manolas, bek AS Roma 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Deodatus Pradipto

TRIBUNJAKARTA.COM - Ada satu hal yang AS Roma harus lakukan untuk melaju ke babak perempat final Liga Champions 2017/18.

I Giallorossi harus mencontoh Juventus, rival mereka di Serie A.

Hal ini dikatakan oleh Kostas Manolas, bek AS Roma, kepada Mediaset Premium. AS Roma akan menjalani laga hidup atau mati melawan Shakhtar Donetsk pada leg kedua babak 16 besar di Olimpico, Rabu (14/3/2018) dini hari.

AS Roma menelan kekalahan 2-1 pada leg pertama.

"Kami harus tenang, cerdas, berpengalaman, dan seimbang. Kita telah melihat pada Juve melawan Tottenham Anda membutuhkan semua elemen itu, jika tidak Anda tidak bisa melangkah ke depan," ujar Manolas.

Tonton juga:

Juventus telah memastikan diri melaju ke babak perempat final Liga Champions setelah menyingkirkan Tottenham Hotspur.

Juventus bermain imbang 2-2 pada leg pertama di kandang dan dalam posisi tertinggal saat leg kedua di Wembley. Gol-gol sumbangan Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala membuat kedudukan berbalik.

"Kami membutuhkan pendukung kami karena mereka fundamental, Kami akan memberikan segalanya selama persiapan dan mencapai target kami, yaitu tempat di babak perempat final Liga Champions," kata Manolas.
"Kami layak lolos," imbuh pemain asal Yunani tersebut.

Shakhtar Donetsk punya sejarah bagus di kompetisi Eropa setelah memenangkan pertandingan leg pertama di kandang.

Baca: AS Roma vs Shakhtar Donetsk: Momen Nainggolan Goda Pelatih Timnas Belgia

Mereka sukses lolos sebanyak 15 kali dari 19 kesempatan di mana leg pertama digelar di kandang mereka.

Klub asal Ukraina tersebut sempat memenangkan lima laga tandang kompetisi Eropa sebelum kalah dari Manchester City di fase grup musim ini. Shakhtar Donetsk menang sembilan kali dari 13 laga terakhir di luar Ukraina, kalah pada empat laga lainnya.

"Menurut saya keseimbangan adalah hal terpenting dalam permainan kami. Kami harus seperti itu saat melawan Shakhtar karena mereka lebih seperti tim Brasil daripada tim Ukraina. Namun demikian, saya yakin kami bisa menghadirkan masalah untuk mereka," ujar Eusebio Di Francesco, pelatih AS Roma, kepada Mediaset Premium.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved