Breaking News:

Ketua Komisi Yudisial Minta Hakim untuk Berhenti 'Nakal'

Aidul merasa kecewa karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi melakukan OTT pejabat Pengadilan Negeri

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari meminta seluruh hakim di Indonesia untuk berhenti melakukan perilaku suap menyuap.

Aidul merasa kecewa karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi melakukan OTT pejabat Pengadilan Negeri.

Menurutnya, hakim yang melakukan hal tersebut hendaknya untuk berhenti bukan melanjutkan secara hati-hati.

"Kita berharap saja bahwa para hakim di Indonesia ini berhenti saja tidak usah sok berhati-hati," ucap Aidul saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, Pengadilan Negeri Tangerang ini sudah menjadi target merah KPK karena terlalu banyak kasus besar.

Baca: Ketua Komisi Yudisial: Serakah, Gaji Sudah Besar Masih Nakal

Sehingga banyak kegiatan ilegal yang merugikan banyak pihak.

"Karena kegiatan itu merusak diri sendiri, keluarga, institusi peradilan dan hukum," tambahnya.

Aidul mengatakan, harus dari awal Hakim menyadari perihal keadilan.

Kemarin sore, Senin (12/3/2018) KPK melakukan OTT terhadap dua pejabat tinggi Pengadilan Negeri Tangerang.

OTT dilakukan sekira pukul 16.30 WIB.

Hal itu dibenarkan oleh Muhammad Irfan selaku Kahumas PN Tangerang.

"Ya iya bisa kita sampaikan adalah bahwa inisialnya itu adalah W, Wahyu," ujar Irfan kepada wartawan di ruangannya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved