Liga Champions
Menang Tiga Kali Beruntun, MU Percaya Diri Menjamu Sevilla
MU menyambut kedatangan Sevilla dalam leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Old Trafford dengan kepercayaan diri tinggi.
Penulis: Dodi Esvandi | Editor: Dodi Esvandi
TRIBUNJAKARTA.COM -Manchester United menyambut kedatangan Sevilla dalam leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Old Trafford, Rabu (14/3) dengan kepercayaan diri tinggi.
Sejak bermain imbang 0-0 di Ramon Sanchez Pizjuan (22/3/2018) lalu, pasukan Jose Mourinho menunjukkan grafis meningkat pesat. Berturut-turut mereka menekuk rival berat, Chelsea 2-1, Liverpool 2-1, dan juga tim papan bawah Crystal Palace 3-2.
Bagi Gelandang United, Nemanja Matic, tiga kemenangan beruntun itu memberikan pengaruh positif kepada para pemain. "Hasil gemilang itu sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kami berada dalam level tinggi dengan mengalahkan Chelsea, dan Liverpool. Artinya jika bisa mempertahankan level itu kami bisa mengalahkan tim mana pun, termasuk juga Sevilla," tuturnya.
Namun, pendapat berbeda dilontarkan pelatih Jose Mourinho yang menyebut tiga kemenangan beruntun itu tak memberikan jaminan apa pun.
"Saya bisa bayangkan, jika kami kalah dari Sevilla, maka orang-orang akan melupakan tiga kemenangan beruntun kami sebelumnya. Itulah sepak bola modern, kita harus hidup dari hari ke hari, laga ke laga, dan bukan terpaku pada laga sebelumnya," ujarnya.
Faktanya, Mou memang patut sedikit was-was untuk laga di Theatre of Dream dini hari nanti. Jika tak bisa meningkatkan performa tim seperti yang ditunjukkan di leg pertama, maka tuan rumah bakal kesulitan.
Di leg pertama lalu, hanya berkat kegemilangan kiper David de Gea, United akhirnya bisa terhindar dari kekalahan. Romelu Lukaku cs hanya bisa menguasai bola 46%,, kalah tekanan dari tuan rumah yang mendominasi sampai 54%.
Mereka pun dibombardir dengan 12 tendangan sudut, dan sebelas tendangan ke gawang. Sedang pasukan United hanya melepaskan empat tendangan sudut, dan dua tendangan ke gawang.
Tapi menurut Mourinho, hasil imbang tanpa gol di kandang lawan adalah sebuah keberhasilan tersendiri. "Dan jangan bicara soal penguasaan bola. Melawan Liverpool kami hanya menguasai 32 persen tapi bisa menang. Saat lawan Sevilla pun kami nyaris menang, tapi sayang peluang emasnya terbuang," ujarnya berkilah.
Untuk laga dini hari nanti, Mou bagaimana pun dituntut untuk bermain lebih ofensif. Mereka wajib untuk menang. Jika skor berakhir imbang 1-1 maka Sevilla yang akan melenggang karena mencetak gol tandang.
Untuk menambah daya gedor, Mou kemungkinan menurunkan tiga gelandang serang di belakang sang target man, Romeru Lukaku. Marcus Rashford, yang jadi pahlawan dengan dua gol ke gawang Liverpool, bakal dapat kepercayaan lagi, bertandem dengan Alexis Sanchez, dan Juan Mata di belakang Lukaku.
Di lini tengah, Scott McTominay kembali akan jadi opsi utama bertandem dengan Nemanja Matic. Cederanya Paul Pogba, serta Andre Herrera tak terlalu mengkhawatirkan Mou mengingat Tominay sejauh ini patut diandalkan.
Situasi berbeda dialami Sevilla, yang di empat laga terakhir menderita dua kekalahan, yakni dari Atletico Madrid 2-5, dan dari Valencia 0-2 di laga terakhir. Terlebih di laga ini mereka kehilangan bek sayap andalan Jesus Navas yang absen karena cedera.
Namun, Sevilla tetap patut diwaspadai lantaran punya modal pengalaman pentas di Eropa sebagai tiga kali pemegang trofi Piala Liga Europa dari 2013 sampai 2016.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/manchester-united_20180130_140616.jpg)