Dishub Yakin Penambahan Jalan dan Jembatan Bisa Mengurangi Macet di Bekasi
Meski demikian, kata dia, ada enam titik kemacetan yang berhasil ditangani berkat pembangunan jembatan dan penataan infrastruktur di Kota Bekasi.
Laporan wartawan Wartakotalive Fitriyandi Al Fajri
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Penambahan jalan dan jembatan bisa mengurangi kemacetan di Bekasi.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana
Menurut Yayan jumlah kendaraan berbanding lurus dengan jumlah penduduk.
Baca: Sepakati Revisi UU MD3, Menkumham Mengaku Tidak Dapat Teguran dari Jokowi
Apabila penduduk bertambah, Yayan memastikan kendaraan di Kota Bekasi juga bertambah.
Yayan mengatakan, seluruhnya ada 19 titik kemacetan di ruas wilayah Kota Bekasi, di antaranya Simpang Sumir, Tol Timur, Tol Barat, Pulo Ribung, Pondokgede, Kampung Dua, Sasak Papan, Harapan Indah, Sumber Arta, Bintara, Kranggan, Alexindo, Jembatan Besi Teluk Pucung, Pondokungu, Bulan-Bulan, Caman Jatibening, Pasar Rebo Jatiasih dan Bulak Kapal.
Baca: Hal Ini Akan Terjadi Jika Orang Tua Sering Mencium Bibir Bayi
Meski demikian, kata dia, ada enam titik kemacetan yang berhasil ditangani berkat pembangunan jembatan dan penataan infrastruktur di Kota Bekasi.
"Seperti di Tol Timur, Kampung Dua, Sasak Papan, Bulan-Bulan, Pasar Rebo Jatiasih dan Bintara," kata Yayan.
Rasio antara jalan dengan luas wilayah di Kota Bekasi hampir menembus target.
Saat ini ruas jalan di Kota Bekasi telah mencapai 10 persen.
Sementara untuk wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi, idealnya adalah 12 persen dari luas wilayah setempat sebesar 210,5 kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/genangan-air_20180307_115641.jpg)