Polisi Sudah Menilang 265 Motor Selama 9 Hari Operasi Keselamatan Jaya di Depok

Mereka yang ditilang ini sebagian besar karena melawan arus di sejumlah titik dan persimpangan di Depok.

Wartakota/Budi Sam Law Malau
Operasi Keselamatan Jaya di Depok Kamis (15/3/2018) WARTAKOTALIVE/BUDI SAM LAW MALAU 

Laporan wartawan Wartakotalive Budi Sam Law Malau

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Operasi Keselamatan Jaya di Kota Depok sudah berjalan sembilan hari.

Dari 5 Maretsampai 14 Maret sudah ada 265 motor yang kena ditilang.

Mereka yang ditilang ini sebagian besar karena melawan arus di sejumlah titik dan persimpangan di Depok.

Baca: Jakarta Timur Bakal Menambah 10 RPTRA, Ini Lokasinya

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).

."Sementara untuk teguran, tercatat kami berikan ke 1.403 kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat. Mereka yang kami tegur ini, karena pengendara melanggar rambu marka berhenti dan parkir sembarangan di tempat yang dilarang," kata Sutomo.

Ia mengatakan operasi yang akan berlangsung hingga 25 Maret mendatang ini di Depok difokuskan di Jalan Margonda, Jalan Juanda dan kawasan GDC.

Baca: Di Markas UNHCR-PBB, Ketua Majelis Syuro dan Ketua Fraksi PKS Serukan Stop Konflik Dunia

"Sebab wilayah itu merupakan kawasan tertib lalu lintas atau KTL," katanya.

Menurut Sutomo operasi ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas dan demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di Kota Depok.

Ia menjelaskan kegiatan ini sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Operasi ini untuk menertibkan sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap dilakukan pengemudi, khususnya roda dua. Di antaranya, melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat mengemudi, pengendara belum cukup umur, hingga berboncengan lebih dari satu," papar Sutomo.

Operasi kata dia, dilakukan dengan mengedepankan preemtif, preventif, disertai penegakan hukum secara selektif prioritas.

"Sehingga dapat meningkatkan simpatik masyarakat terhadap Polantas yang Profesional, Modern, Terpercaya atau Promoter," katanya

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved