Tutup 24 Jam, 368 Personel Tetap Siaga Saat Nyepi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, akan ada 368 personel yang siaga di bandara.

Tutup 24 Jam, 368 Personel Tetap Siaga Saat Nyepi di Bandara I Gusti Ngurah Rai
ISTIMEWA
Bandara Ngurah Rai  

Laporan Wartawan Tribun Bali Zaenal Nur Arifin 

TRIBUNJAKARTA.COM, MANGUPURA - Selama Nyepi pada Sabtu (17/3/2018) mendatang operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup selama 24 jam.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, akan ada 368 personel yang siaga di bandara.

"Personel tersebut kami siagakan guna mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing atau medical evacuation pihaknya dapat mengoperasionalkannya dibantu petugas yang bertugas saat itu," kata , Rabu (14/3/2018) sore.

Baca: Bandara Ngurah Rai Ditutup, 482 Penerbangan Stop Beroperasi Saat Nyepi

Baca: Didukung Pemerintah, Akankah Operator Patuhi Imbauan Agar Nyepi Tanpa Internet di Bali?

Yanus menambahkan personil tersebut juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, airline dan ground handling.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou, China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pasca penutupan.

Sedangkan Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved