Telinga Seorang Siswa TK Memar Hingga Bermimpi Buruk, Diduga Disiksa Gurunya
Anak Claudia masih balita dan duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) di Singapura.
TRIBUNJAKARTA.COM - Claudia, seorang ibu yang mengunggah foto anaknya ke Facebook.
Claudia mengunggah foto anaknya yang memar pada bagian kuping.
Dikutip dari artikel terbitan World of Buzz 12 Maret 2018, sang ibu mengaku bahwa kuping anaknya memar karena dijewer gurunya.
Awalnya suami Claudia menjemput anaknya pada 14 februari yang lalu di sekolahnya.
Anak Claudia masih balita dan duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) di Singapura.
Baca: Sekjen PKB Sebut Poros Ketiga Tidak Akan Terjadi Kecuali Jika Gerindra dan PKS Lakukan Ini
Baca: Menceritakan Masa Lalunya, Dylan Sada : Terimalah Rasa Sakit, Berdamai dan Temukan Kebahagiaan
Hingga sang ayah menemukan ada yang tidak beres dengan kuping anaknya.
"Ketika mereka sampai di rumah, suami saya memintaku untuk memeriksa apa yang terjadi di telinga anak kami."
Telinga bocah itu terlihat merah memar dan bengkak.
"Hatiku bergetar dan saat aku bertanya kepada putriku tentang apa yang telah terjadi, dia kehilangan kendali dan menangis," ujar Claudia.
Sang ibu lantas segera menelepon pihak sekolah saat itu juga.
Namun pihak sekolah tidak bisa memberikan klarifikasi apapun.
Claudia lantas membawa putrinya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan sekaligus visum.
"Dokter mendiagnosisnya sebagai bentuk luka memar traumatis yang disebabkan kesengajaan, dan bukan akibat gigitan serangga atau alergi obat," kata Claudia.
Belum yakin dengan pernyataan satu rumah sakit, Claudia kembali membawa anaknya ke rumah sakit Women's and Children's Hospital.
Dokter di sana juga mengatakan hal yang sama.
Baca: TK Ikhlas Prasasti Menumpang Ruang Serbaguna SD Negeri Sumur Batu 03
Baca: Pemain Persija Mengemban Target Pribadi di Piala AFC
Claudia segera mengajukan laporan ke polisi atas kejadian yang menimpa anaknya.
"Sejak kejadian ini, setiap malam, anak saya akan terbangun tiba-tiba dari mimpi buruknya, berteriak, 'Saya takut, saya minta maaf, tolong, berhenti, sakit!" ujar Claudia menirukan perkataan anaknya.
Claudia juga merasa jengkel dengan penyelidikan polisi yang bertele-tele dan dinilainya lambat.
Bahkan ketika Claudia membacakan buku cerita anak-anak macam putri salju, anaknya akan berkata bahwa penyihir dalam cerita itu adalah gurunya yang jahat.
Sekarang Claudia sedang berusaha mencari keadilan untuk anakya.
Keadaan Claudia juga tambah buruk ketika sedang memperjuangkan keadilan untuk anaknya, suaminya malah jatuh sakit stroke. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kuping-memar_20180316_203516.jpg)