Breaking News:

Transcommuter Melayani Pembayaran Secara Tunai Hingga 12 April 2018

Mekanismenya, pengguna melakukan tap Kartu Multi Trip (KMT) pada reader yang tersedia di dalam bus dan otomatis saldo akan terpotong

TribunJakarta/Suci Febriastuti
Peresmian Transcommuter di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Uji coba Transcommuter dilakukan mulai hari ini, Jumat (18/3/2018).

Transcommuter adalah hasil kerjasama dua perusahaan penyedia jasa transportasi publik di wilayah Jabodetabek, yaitu antara PT Kereta Commuter Line (KCI) dengan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Untuk tahap awal ini, rute Transcommuter yang dioperasikan PPD adalah Stasiun Sudirman-Stasiun Gambir dan Stasiun Sudirman-Blok M dengan tiket seharga Rp 5.000, untuk satu kali perjalanan.

"Penumpang ini kan turun di Sudirman akan melanjutkan trayek PPD ke Gambir. Atau dari Sudirman ke Blok M. Yah tentunya hanya membayar dengan Rp 5.000 untuk trayek busnya," ujar Subakir, Direktur Operasi dan Pemasaran PT Commuter Indonesia.

Mekanismenya, pengguna melakukan tap Kartu Multi Trip (KMT) pada reader yang tersedia di dalam bus dan otomatis saldo akan terpotong.

Baca: Transcommuter Mulai Beroperasi Hari Ini, Ini Rute dan Tarifnya

"Mereka ngetap lagi di busnya. Karena disini ada setiap pengaturan dimana KMT itu gimana kalau dia naik bus PPD dengan tentunya berbayar di PPDnya. Jadi tetap harus tap," ujar Subakir di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.

Bagi pengguna yang tidak memiliki KMT atau saldonya kurang, dapat membeli KMT Edisi Khusus "Ayo Naik Transportasi Umum, Biar Gak Macet" dengan harga Rp 35.000, (sudah termasuk saldo Rp 15.000,) yang dijual oleh petugas di dalam bus PPD.

Masa sosialisasi dan edukasi layanan baru ini akan berlangsung hingga 12 April 2018 mendatang. Khusus pada masa sosialísasi, selama satu bulan ke depan pengguna yang tidak memiliki KMT dapat membayar secara tunai kepada petugas sebesar Rp 5.000.

Di luar masa sosialisasi, maka pengguna wajib menggunakan KMT sebagai pembayaran pada bus Transcommuter.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved