Usai Minta Maaf, Pemred Majalah Tempo Serahkan Kasus Karikatur ke Dewan Pers

Usai meminta maaf kepada ratusan orang dari berbagai elemen dari umat Islam, Majalah Tempo menyerahkan masalah soal kartun ke Dewan Pers.

Tayang:
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli (kanan), memberikan keterangan usai meminta maaf terkait karikatur di Majalah Tempo, Jumat (16/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Usai meminta maaf kepada ratusan orang dari berbagai elemen dari umat Islam, Majalah Tempo menyerahkan masalah soal kartun ke Dewan Pers.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, usai meminta maaf di atas mobil komando.

"Kita sudah bermediasi, manakala tidak ditemukan kesepakatan kita serahkan ke Dewan Pers," ujar Arif Zulkifli di Gedung Tempo, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Jumat (16/3/2018).

"Mereka Dewan Pers akan lebih adil. Apapun keputusan Dewan Pers kami laksanakan karena sudah ada undang-undangnya," dia menambahkan. 

Arif menjelaskan aksi tersebut dianggap sebagai ajang silaturahmi antara Tempo dan sejumlah elemen dari umat Islam.

Menurut dia perbedaan pemahaman dianggap kritik yang baik bagi pekerjaan jurnalistik.

"Kita sebagai tuan rumah di sini mendengarkan. Kerja di jurnalistik ada daifnya dan kritik dari narasumber itu bagus," terang dia.

Ratusan orang dari berbagai ormas Islam menuntut permintaan maaf dari redaksi Majalah Tempo terkait karikatur seorang tokoh di salah satu edisi majalahnya.

Massa meminta pemimpin redaksi Majalah Tempo minta maaf, sekaligus tidak mengulangi hal tersebut karena dianggap melecehkan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved