Sports

Petenis Cantik Ini Ditinggal Sponsor. Alasannya Bikin Sedih.

Sempat peringkat 5 WTA, kini melorot ke 116. Bouchard pun ditinggal agen dan sponsor

Petenis Cantik Ini Ditinggal Sponsor. Alasannya Bikin Sedih.
AFP Photo

PETENIS putri asal Kanada, Eugenie Bouchard, yang sempat menempati peringkat lima WTA beberapa tahun lalu, kini kariernya terjun bebas di dalam, dan di luar lapangan.
The New York Times melaporkan, petenis 24 tahun ini baru saja kehilangan agennya dua pekan lalu, hanya sebulan setelah beberapa sponsor enggan memperbarui kontrak dengannya.
Sang agen, John Tobias, mengatakan ada sejumlah ketidak-cocokan di antara pihaknya dengan kliennya yang berujung pada ketidak-sepakatan. "Saya pikir akan lebih baik jika Bouchard mencari agen lain," katanya berdiplomasi.
Bouchard --yang sudah dipegang empat agensi sejak mulai melejit pada 2014-- baru baru mengomentari masalah tersebut pekan lalu setelah kalah dari Sachia VIckery di partai pembuka BNP Paribas Open di California.
"Saya tak punya siapa-siapa sekarang," ujarnya mengakui merujuk kepergian Tobias. "Banyak hal telah terjadi, dan saya pikir ini cukup kompleks. Namun saya akan segera meluangkan waktu untuk berkumpul dengan tim, dan coba mengambil solusi atas masalah ini."
Perginya Tobias, menjadi pukulan telak kesekian-kali untuk petenis jelita ini setelah sebelum tiga sponsor kuncinya yakni Colgate, Aviva, dan Usana, juga hengkang. Ketiga perusahaan itu, diikuti dengan pemasok raket, Babolat, menolak memperpanjang kontrak petenis rangking 116 WTA ini.
Bouchard, yang melejit pada 2014 setelah masuk ke final Australia Open, dan juga jadi semifinalis dua grad Slam lain, gagal mencapai lagi performa puncaknya beberapa tahun ke belakang. Bahkan satu-satunya kemenangan yang diraih di ajang WTA adalah di Nurnberg hampir empat tahun lalu.
Selain karena beberapa kali terkena cedera, merosotnya penampilan Bouchard ditengarai juga karena ia kurang disiplin, dan terlalu "genit" di media sosial.
Terus menurunnya performa sang petenis berdampak langsung pada pendapatannya yang diperoleh dari Nike. Disebutkan, kontraknya dengan perusahaan olahraga itu berdasarkan pada performa, dan kini tampaknya ia gagal memenuhi standar minimal dari Nike. (Tribunnews/den)

Penulis: deny budiman
Editor: deny budiman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved