Masih Ingat Kasus Zoya yang Dibakar Massa? Sidang Keenam Pelakunya Masuk Tahap Penuntutan

Peristiwa main hakim sendiri yang menewaskan Muhammad Azzahra alias Zoya (30) sempat menyedot perhatian publik.

Masih Ingat Kasus Zoya yang Dibakar Massa? Sidang Keenam Pelakunya Masuk Tahap Penuntutan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Enam terdakwa kasus pengeroyokan terhadap Zoya mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (20/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Peristiwa main hakim sendiri yang menewaskan Muhammad Azzahra alias Zoya (30) sempat menyedot perhatian publik.

Ia tewas setelah dihakimi dan dibakar atas tuduhan mencuri amplifier Musala Al-Hidayah di Kampung Cabang Empat, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa yang terjadi pada 1 Agustus 2017 itu sudah naik ke persidangan dan para terdakwa sedianya akan mendengarkan tuntutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (20/3/2018), tapi ditunda.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Musa Arief Aini itu ditunda sampai Selasa (27/3/2018), setelah jaksa penuntut umum siap dengan tuntutannya.

Hakim menjadwalkan pada awal April persidangan kasus ini sudah memasuki tahapan tuntutan sehingga pada 10 April 2018, bisa masuk ke tahap pledoi.

Robinson Samosir, kuasa hukum terdakwa mengatakan pihaknya menyesalkan jaksa menunda pembacaan tuntutannya dengan alasan belum siap.

"Agak sedikit kecewa karena jaksa membuat ini. Karena jangka waktu dari pada ini mesti diputuskan tadi juga hakim mengatakan untuk tanggal 10 sudah harus pledoi jika minggu besok tidak disampaikan tuntutan ada konsekuensi hukum yang disampaikan oleh majelis hakim," kata Robinson kepada TribunJakarta.com.

Bentuk konsekuensi hukum sendiri menurutnya bisa mempengaruhi vonis kepada terdakwa.

"Hakim bisa menilai bahwa jaksa tidak bisa membuat tuntutan tersebut, tidak ada dasar untuk membuat tuntutan itu, artinya bisa mempengaruhi hasil vonis nantinya," jelas Robinson.

Dia berharap persidangan pekan depan, jaksa penuntut umum membacakan tuntutan agar tidak mengganggu jadwal persidangan yang telah ditetapkan majelis hakim.

"Bulan Mei ini sudah mesti selesai itu yang disampaikan oleh majelis hakim," tegasnya.

Dalam kasus tewasnya Zoya, ada enam terdakwa, yakni Rosadi, Aldi, Najibullah, Karta, Subur, Zulkahfi.

Jaksa menjerat mereka pasal 170 dan 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan, jo pasal 55 KUHP tentang turut serta atau membantu terdakwa melakukan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan dalam kasua kematian Zoya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved