Begini Penjelasan Teknologi PLTSa Mengolah Sampah Bantar Gebang Jadi Listrik

Pada pelaksanaannya sampah-sampah yang ada di TPST Bantar Gebang akan diolah untuk menghasilkan listrik.

Begini Penjelasan Teknologi PLTSa Mengolah Sampah Bantar Gebang Jadi Listrik
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho Memberikan Penjelasan PLTSa di Bantar Gebang, Rabu (21/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) baru  membangun pembangkit listrik tenaga sampah.

Lokasinya berada di Tempat Pengelahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Pengolahan sampah proses termal tersebut merupakan teknologi yang dibangun untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Baca: Melihat Gudang Penyimpanan Makanan Impor Kedaluwarsa Asal Australia dan AS

Pada pelaksanaannya sampah-sampah yang ada di TPST Bantar Gebang akan diolah untuk menghasilkan listrik.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menjelaskan, PLTSa tersebut nantinya akan memiliki empat ruang peralatan utama.

Salah satu ruangan di bunker yang terbuat dari concrate serta dilengkapi dengan platform dan crane.

Bunker tersebut digunakan untuk menempatkan sampah yang akan diolah, kapasitasnya sendiri mencapai 50 ton sampah.

Kemudian bagian kedua yakni ruang pembakaran sampah dengan reciprocating grate yang didesain dapat membakar sampah dengan suhu 950 derajat celsius.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved