Bersaing dengan Ojol, Opang Punya Layanan Ojek Pulsa

Tak hanya itu saja, harga jasa antar ojek online sangat mencolok dengan harga yang biasa ditawarkan ojek pangkalan kepada penumpang.

Tayang:
TribunJakarta.com/ Satrio Sarwo Trengginas
Udin, tukang ojek pangkalan di Kemang hendak mengantarkan penumpang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, BANGKA - Kehadiran ojek online membuat ojek pangkalan memiliki saingan dalam mencari penumpang.

Hal itu dirasakan oleh Udin, pengemudi ojek pangkalan (opang) yang beroperasi di wilayah Kemang, Jakarta Selatan, hingga saat ini ogah untuk bergabung di ojek online.

"Begini sekarang banyak ojek online masuk. Sebelumnya saya bisa sampe 600 ribu setengah hari. Ojek online jadi susah kita. Pendapatan menurun," terangnya pada TribunJakarta.com, (21/3/2018).

Baca: Bocah Difabel Bermimpi Kursi Roda dari Jokowi: Janji Bulan dan Hadiah Ruben Onsu

Tak hanya itu saja, harga jasa antar ojek online sangat mencolok dengan harga yang biasa ditawarkan ojek pangkalan kepada penumpang.

"Sehari dulu bisa tiga kali ke bunderan HI dari sini. Andaikata sekarang harganya sama itu kan baik namanya kompetisi. Tapi timpang biasa saya kasih 10 ribu ojek online pasang harga 3 ribu,"keluhnya.

Baca: Misteri Bonita, Harimau yang Bangun Usai Ditembak dan Mandi Sebelum Terkam Orang

Ia pun memiliki alasan adanya nama Ojek Pulsa di motornya yang diparkir di tempatnya mangkal.

"Saya kasih ini biar tanda ojek pangkalan juga engga kalah. Namanya ojek pulsa. Penumpang masih ngeluh karena ojek online lama jemputnya. Kalau ojek pulsa engga perlu pusing-pusing pake GPS tinggal sebut lokasi kita anterin langsung," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved