BMKG Lakukan Ekspedisi ke Samudera Hindia

Herizal memaparkan, bahwa Samudera Hindia menjadi objek kegiatan karena merupakan samudera terluas di dunia

Editor: Muhammad Zulfikar
istimewa
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal membuka kegiatan Workshop Internasional India Ocean Expedition 2 (IIOE-2) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi tuan rumah acara Workshop International India Ocean Expedition 2 (IIOE-2).

Acara tersebut didukung oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peneliti Internasional dan 53 peneliti Indonesia, yang terdiri dari Institusi pemerintah, lembaga riset dan Universitas. Workshop IIOE-2 diselenggarakan sejak 19 – 23 Maret di Jakarta.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menyatakan rasa terimakasihnya karena telah dipercaya menyelenggarakan acara tersebut.

“IIOE merupakan program yang melibatkan para peneliti ilmiah internasional di bidang oseceanografi dan atmosfer di lingkungan pesisir sampai laut. Saya bersyukur dan berterimkasih karena telah dipercaya menyelengarakan acara multinasional ini," papar Herizal dalam pernyataannya Rabu (21/3/2018).

Baca: Jangan Ada Intimidasi dan Pemaksaan di Pilkada Serentak

Herizal menambahkan, acara ini sangat bermanfaat untuk membantu dalam memprediksi iklim.

“Program ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas di Samudera Hindia seperti arus laut ataupun pengaruhnya terhadap iklim dan ekosistem lautnya. Hasil yang diperoleh merupakan komponen penting untuk layanan maritim, pengelolaan lingkungan, prediksi iklim dan ketahanan pangan dan energi," ujar Herizal.

Herizal memaparkan, bahwa Samudera Hindia menjadi objek kegiatan karena merupakan samudera terluas di dunia.

“Kegiatan ini akan fokus pada wilayah Samudera Hindia karena merupakan pemegang kunci dalam menentukan pengendali cuaca dan iklim di dunia. Samudera Hindia yang memiliki manfaat ke semua negara. mengingat iklim di Samudera Hindia sangat kompleks dan menjadi faktor terhadap kejadian cuaca ekstrim. Selain itu, Samudera Hindia menjadi sumberdaya hayati dan non-hayati yang sangat penting bagi masyarakat dikawasan Samudera Hindia," ungkap Herizal.

BMKG berperan aktif dalam kegiatan collaborative oceanographic and atmospheric research bersama dengan institusi ilmiah dan riset di sekitar Samudera Hindia yaitu IIOE-2 di bawah koordinasi Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC).

Keterlibatan Indonesia secara penuh dalam IIOE-2 dinilai sangat penting karena peneliti dapat berinteraksi dan berkontribusi untuk riset Samudera Hindia sekaligus mewujudkan Indonesia sebagai poros dari maritime dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved