Komunitas Kanker Amerika Sebut Rokok Elektrik Patut Dipertimbangkan Konsumsinya
ACS menyadari bahwa efek jangka panjang dari penggunaan produk tembakau alternatif ini belum diketahui secara pasti.
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Baru-baru ini, American Cancer Society (ACS) atau Komunitas Kanker Amerika bersuara tentang posisi mereka terhadap produk rokok elektrik.
Komunitas kesehatan nonprofit tersebut mengatakan produk tembakau alternatif patut dipertimbangkan jadi salah satu cara mengurangi risiko kesehatan akibat rokok.
ACS menyadari bahwa efek jangka panjang dari penggunaan produk tembakau alternatif ini belum diketahui secara pasti.
"Pada asap rokok terdapat lebih dari 4.000 bahan kimia, yang sebagian bersifat karsinogenik alias penyebab kanker," ujar Mariatul Fadhila, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), Rabu (21/3/2018).
Baca: Wakil Gubernur Sandiaga Gergaji Pipa Air Tanah Rumahnya, Ada Apa?
Mariatul juga menambahkan "Baik rokok elektrik maupun konvensional mengandung nikotin tapi kandungan berbeda."
Mariatul melanjutkan, nikotin pada dasarnya dapat menyebabkan ketergantungan, namun juga menawarkan manfaat bagi tubuh, yakni untuk meningkatkan stamina dan konsentrasi.
"Dengan catatan, tidak terlalu banyak, dan yang terpenting, tidak dikonsumsi dengan cara dibakar karena dapat memicu sifat karsinogenik," katanya.
Baca: Meninggal Dunia Karena Pesawat Jatuh, Kolonel Hanafie Tercatat Sebagai Penerbang Sukhoi Pertama
Mariatul menyampaikan dukungannya pada Pemerintah Indonesia untuk mengatur dan mengawasi peredaran produk tembakau alternatif.
Tujuannya agar tidak dapat diakses oleh anak-anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-merokok_20180310_112956.jpg)