Anak Mengalami School Phobia, Begini Cara Mengatasinya
School phobia merupakan rasa takut atau malas pada anak untuk pergi ke sekolah dan sistem belajar di sekolah.
Penulis: Anisa Kurniasih | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sosok Seto Mulyadi mengungkapkan mengenai anak yang mengalami school phobia yang terkadang disebabkan permintaan orang tua kepada anak untuk menjadi apa yang mereka mau.
Kak Seto mengungkapkan seringnya orang tua memberi tekanan pada anaknya terutama dalam hal belajar akan membuat mental anak tersebut menjadi tidak baik.
School phobia merupakan rasa takut atau malas pada anak untuk pergi ke sekolah dan sistem belajar di sekolah.
Kepada TribunJakarta.com, Kak Seto menjelaskan tiap anak memiliki keinginan dan kemampuan yang berbeda - beda.
Baca: Sering Mendapat Bully dari Netizen, Rina Nose: Mereka Itu Ibarat Nyamuk
Baca: Tewas Saat Bertugas, Begini Berbagai Potret Sang Putri Pertama MJ Hanafie
Apabila dituntun dengan baik dan penuh kasih sayang, maka anak tersebut akan tahu dimana arah kesenangannya.
"Anak itu mempunyai kemampuan yang berbeda - beda, sebagai orang tua, kita jangan pernah untuk memaksakan anak tersebut dapat nilai bagus di sekolah tanpa memikirkan apakah anak tersebut nyaman dengan sistem belajarnya," ujar Kak Seto saat ditemui TribunJakarta.com, di Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu(21/3/2018).
Kak Seto menjelaskan anak yang mengalami school phobia bukan berarti dia malas belajar juga, dia hanya malas pergi ke sekolah karena alasan tertentu.
"Jika dia tidak mau ke sekolah, berarti ada sistem yang kurang tepat dalam proses belajarnya yang membuat anak tersebut tak nyaman, jadi jangan dimarahi kalau anak tersebut tak dapat nilai bagus," ungkapnya.
Menurutnya, kebanyakan dari orang tua selalu mementingkan nilai sekolah dari pada kesukaan atau passionnya.
Baca: Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain Akan Digelar
Baca: Gubernur dan Sekda DKI Datangi Kantor Walikota Jakarta Barat, Ada Apa?
Sehingga banyak orang tua yang membanding - bandingkan dirinya dengan yang lain.
"Anggaplah anak itu seperti keragaman bunga yang disatukan akan membuat indah,seperti lagu nya mawar melati semuanya indah," tuturnya.
Dengan hal itu, Kak Seto berharap agar orang tua lebih mementingkan afeksi atau apa yang anak rasakan dari pada menuntut pengetahuan anak agar sama seperti lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kak-seto_20180308_225136.jpg)