Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Seret Namanya, Pramono Anung: Dia Ingin Dapat Justice Collaborator

Terdakwa kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto, diyakini ingin menjadi justice collaborator di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Setya Novanto Seret Namanya, Pramono Anung: Dia Ingin Dapat Justice Collaborator
Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto, diyakini ingin menjadi justice collaborator di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Atas dasar itulah Setnov menyebut sejumlah nama terlibat dalam korupsi proyek KTP elektronik, termasuk Pramono Anung juga Puan Maharani yang saat itu menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

"Ini agar dia mendapatkan justice collaborator, makanya menyebut nama-nama," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kompleks Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Pramono membantah terlibat dalam korupsi proyek KTP elektronik yang disebut Setnov dalam persidangan telah menerima uang 500 ribu dollar Amerika Serikat.

"Kalau yang disebut itu ada kaitannya, enggak apa-apa. Lah saya ngomong saja (tentang proyek e-KTP) enggak pernah," ujar Pramono.

"Siapa saja yang pernah disebut di persidangan, mulai dari Pak Irman Gusman, Sugianto, Gamawan, siapa lagi? Semuanya termasuk di Komisi II di luar Fraksi PDI-P saya ngomong saja enggak pernah," kata dia.

Pramono berpesan kepada Setnov, usaha untuk menarik sejumlah nama dalam pusaran korupsi KTP elektronik akan sia-sia.

"Kalau Bapak (Novanto) hanya mau sekedar dapat justice collaborator, kemudian jangan menyebut nama-nama yang Bapak pikir bisa meringankan Bapak. Saya yakin itu bukan malah meringankan," ucap politikus PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Setnov menyebut, ada uang hasil korupsi yang mengalir kepada dua politikus PDI Perjuangan, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung.

Menurut Setnov, keduanya masing-masing mendapatkan 500 ribu dollar Amerika Serikat.

Halaman
12
Editor: Y Gustaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved