Kebakaran San Weei Iri Terbesar Dalam Sejarah Kebakaran Pabrik di Kota Tangerang

Kebakaran yang menghanguskan pabrik tirai rotan San Weei Iri pada Jumat (23/3/2018) pukul 14.30 WIB dianggap yang terbesar di Kota Tangerang.

Kebakaran San Weei Iri Terbesar Dalam Sejarah Kebakaran Pabrik di Kota Tangerang
Tribun Jakarta/Ega Alfreda
Kebakaran di pabrik furnitur San Weei Iri, Kecamatan Jatiuwung 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIUWUNG - Kebakaran yang menghanguskan pabrik tirai rotan San Weei Iri pada Jumat (23/3/2018) pukul 14.30 WIB dianggap yang terbesar di Kota Tangerang.

Api yang membakar Pabrik San Weei Iri diduga muncul karena api yang memercik dari mesin perekat busa menyambar lem yang mudah terbakar tepat di bawahnya.

Lidah api itu menjulang ke udara selama kurang lebih satu setengah jam sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.

Petugas kebakaran Supriyanto menyatakan kebakaran yang melanda San Weei Iri merupakan kebakaran pabrik terbesar sepanjang sejarah Kota Tangerang.

"Sepengetahuan saya ini kebakaran pabrik paling besar di Tangerang, kan apinya kelihatan jauh dari pusat kota juga," ujar Supriyanto kepada TribunJakarta.com.

Api melahap seluruh pabrik seluas empat hektare.

Pantauan TribunJakarta.com, api belum berhasil dipadamkan hingga pukul 19.00 WIB.

Petugas memprediksi baru bisa memadamkan api sekira pukul 24.00 WIB.

"Tempat refill air sejauh enam kilometer dari sini. Lalu angin kencang, banyak bahan mudah terbakar, dan penyebaran api banyak. Jadi rumit memadamkannya, mungkin pukul 24.00 WIB baru padam," ujar Supriyanto.

Itu pun, sambung dia, petugas pemadaman kebakaran bergantian bertugas memadamkan api tanpa istirahat.

Dalam insiden itu ada dua korban yang sudah dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Untuk memadamkam api yang masih berkobar, dikerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil Palang Merah Indonesia di Jalan Industri Raya III Blok F6 RT/RW 02/04, Kecamatan Jatiuwung.

"Dari keterangan saksi interogasi awal munculnya pada saat melakukan proses penempelan busa ke bahan furnitur tersebut hingga proses pemberian lem," ujar Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf siang tadi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved