Pelaku Usaha Startup Mengaku Lebih Muda Perizinan di OJK Daripada Bank Indonesia

Selama ini, OJK katanya lebih mendahulukan perizinan dan melihat operasional perusahaan selama satu tahun berjalan.

Pelaku Usaha Startup Mengaku Lebih Muda Perizinan di OJK Daripada Bank Indonesia
rri.co.id
Bank Indonesia 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Gaya hidup masyarakat menuntut perubahan penggunaan uang tunai jadi cashless society.

Baca: BPTJ Akan Jadikan Poris Plawad Kawasan Transit Berbagai Moda Transportasi

Adanya gerakan non tunai tersebut turut mendorong pelaku start up yang masuk ke industri financial technology (fintech) di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech), Ajisatria Suleiman mengakui banyak perusahaan yang ingin terjun ke bisnis fintech.

Walaupun model bisnis berbeda-beda, Aji mengungkapkanpara pelaku  ingin mengurus izin beroperasi legal di Tanah Air.

"Banyak dan model bisnis berbeda-beda. Ada yang butuh izin BI ada yang butuh izin OJK, dan ada juga yang harus lapor Kominfo. Tergantung bisnisnya," jelas Aji dalam keteragannya, Jumat (23/3/2018).

Baca: Mengaku Telah Menerima Hasil Konferensi Musik Nasional, Begini Harapan Jokowi

Dalam pengurusan izin, Aji mengakui ada kesulitan berbeda antara regulator.

OJK misalnya, terbilang lebih mudah dibanding dengan Bank Indonesia.

Selama ini, OJK katanya lebih mendahulukan perizinan dan melihat operasional perusahaan selama satu tahun berjalan.

Halaman
12
Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved