Miami Open

Petenis Jepang Ini seperti Mimpi Bisa Kalahkan Idolanya, Serena Williams

Naomi Osaka merasa seperti bermimpi dan gemetar seluruh tubuh setelah kalahkan idolanya, Serena Williams

Penulis: deny budiman | Editor: deny budiman
AFP Photo

PETENIS putri Jepang, Naomi Osaka sangat mengidolakan Serena Williams. Karenanya, ketika petenis berusia 20 tahun ini secara tak terduga mengalahkan Serena di babak pertama turnamen Miami Open, kemarin, ia mengaku seperti bermimpi, dan merasa seluruh tubuhnya gemetar.
Begitu kagumnya Naomi kepada Serena hingga ia menjadikan petenis putri Amerika Serikat peraih 23 gelar grand slam itu sebagai mantra atau jimat saat dirinya dalam situasi tertekan.
"Biasanya dalam situasi darurat di lapangan, saya akan berpikir 'apa yang akan Serena lakukan dalam situasi seperti ini?'," ujar Naomi dikutip dari New York Times, kemarin.
"Karena Serena adalah alasan utama kenapa saya mulai bermain tenis. Saya menontonnya berkali-kali di layar televisi, dan juga di youtube, sehingga saya hapal di luar kepala setiap pergerakannya," tuturnya lagi.
Dan demikianlah, di Miami Open kemarin, takdir mempertemukannya untuk bertarung dengan sang idola.
Tapi Serena yang bermain kemarin, tentunya tak seperkasa setahun, atau dua tahun lalu. Sebelum cuti, ia menempati peringkat 1 WTA. Kini, ia meluncur jauh ke peringkat 491 WTA.
Petenis berusia 36 tahun ini bahkan tidak ditempatkan panitia turnamen tenis internasional di Amerika Serikat itu sebagai unggulan, setelah absen 13 bulan dari kompetisi untuk melahirkan anak pertamanya.
Sedangkan Naomi yang pekan lalu meraih gelar juara miliknya yang pertama pada seri Asosiasi Tenis Wanita (WTA) dengan menjuarai turnamen di Indian Wells dan peringkat dunianya naik ke urutan ke-22, sedang berada dalam performa puncak.
Maka yang terjadi kemarin adalah duel antara tenaga muda kontra petenis veteran dengan jam terbang tinggi, tapi tengah merangkak lagi dari bawah. “Saya sangat grogi ketika melangkah ke lapangan. Saya tidak tahu jika ada orang yang menyadarinya. Tapi, Serena adalah pemain favorit saya,” kata Naomi.
Serena kehilangan poin dua kali saat memegang giliran melakukan pukulan servis, masing-masing pada setiap set, dan tak mampu ganti mematahkan servis lawannya.
Kekuatan servis Osaka dan pengembalian pukulannya gagal diimbangi Williams. Pada set pertama, kedudukan sempat 3-3 sebelum Naomi memimpin 5-3. Sedangkan pada set kedua, ia mengungguli Williams 3-1 lebih dulu.
Naomi memastikan kemenangan ketika pukulan forehand Williams melebar melewati garis permainan. Ia menutup pertandingan dengan skor relatif telak 6-2 6-3.
"Jadi, saya seperti bermimpi ketika bermain melawan dia. Saya sangat bersyukur bisa bermain dengannya dan merasa lebih baik lagi ketika bisa memenanginya,” ujar petenis kelahiran Osaka, Jepang 16 Oktober 1997 ini.
Ini menjadi kekalahan kedua Serena setelah kembali ke lapangan saat mengikuti seri WTA Tour di Indian Wells awal Maret 2018 ini ketika ia kalah melawan kakaknya, Venus pada babak ketiga.
Naomi selanjutnya menghadapi pemain nomor empat dunia dari Ukraina, Elina Svitolina, pada babak kedua. (Tribunnews/den)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved