Setya Novanto Tidak Pernah Ada Niat Untuk Menyuap KPK Pakai Uang Rp 20 Miliar

Dalam rekaman itu, Setya Novanto mengungkap kekhawatiran jika kasus korupsi dalam proyek e-KTP sampai ditangani oleh KPK.

Setya Novanto Tidak Pernah Ada Niat Untuk Menyuap KPK Pakai Uang Rp 20 Miliar
TRIBUNNEWS.COM/Herudin
Setya Novanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus suap e-KTP Setya Novanto mengaku tidak pernah ingin menyuap penyidik.

Novanto mengungkapkan hal tersebut setelah hakim mencecar mengenai uang Rp 20 miliar yang diduga untuk mengantisipasi KPK.

Perkara uang Rp 20 miliar itu awalnya terungkap dari rekaman pembicaraan yang diputar jaksa dalam, persidangan beberapa waktu lalu.

Baca: Pengemudi Dihajar, 100 Supir Ojek Online Sambangi Apartemen Green Pramuka

Rekaman tersebut berisi percakapan antara Johanes Marliem, Andi Narogong dan Setya Novanto ketika mereka asyik sarapan pagi di kediaman Setya Novanto.

Dalam rekaman itu, Setya Novanto mengungkap kekhawatiran jika kasus korupsi dalam proyek e-KTP sampai ditangani oleh KPK.

"Mohon maaf, saya tidak ada pikiran itu. KPK itu tidak bisa di suap, bersih pak. Mulai dari Pengawal Tahanan saja tidak bisa," terang Setya Novanto dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Kamis (22/3/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca: Warga Minta Kabel yang Tertumpuk Di Samping Jalan Jonggol Cileungsi Dirapihkan

Setya Novanto menjelaskan ‎uang Rp 20 miliar itu hanya perkiraan dirinya untuk membayar fee pengacara dan biaya yang lain.

Menurut Setya Novanto, biaya pengacara cukup mahal, terlebih jika berurusan dengan KPK. Apalagi saat itu, KPK sedang naik daun.

‎"Itu hanya bentuk kecemasan saya pak, karena kan jadi rame. Saya terbawa-bawa, padahal saya rasa saya tidak ada keterlibatan, disitu saya khawatir," ujarnya.

"Biaya pengacara itu mahal, tidak etik kalau saya sampaikan. Kita tunjuk tiga pengacara aja udah mahal. Itu resmi pak, KPK kan waktu itu dinilai orang betul-betul naik daun. Kalau ada masalah pasti orang bersalah, tidak bisa tidak," tuturnya.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved