Berawal dari Kecintaan Hewan, Garda Satwa Indonesia Selamatkan Hewan Domestik Terlantar

"Lebih dari 500 kasus yang sudah kita tangani dan 260 anjing dan kucing yang sudah mendapatkan rumah," katanya.

Penulis: Muslimin Trisyuliono | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUSLIMIN TRISYULIONO
Anisa Ratna Kurnia aktivis Garda Satwa Indonesia di Jalan Kamboja No.34 Pancoran Mas Depok, Minggu (25/3/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muslimin Trisyuliono

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK -- Garda Satwa Indonesia adalah salah satu organisasi yang bergerak untuk penyelamatan hewan domestik sepeti anjing dan kucing yang terlantar.

Salah satu aktivis Anisa Ratna Kurnia yang biasa disapa Ica ini mengatakan awalmula dibentuknya Garda Satwa Indonesia ini pada tanggal 1 September 2014 di Mencong Ciledug Tangerang.

Namun seiring berjalannya waktu ditahun 2016 shelter ini pindah di daerah kota Depok.

Anisa Ratna Kurnia aktivis Garda Satwa Indonesia di Jalan Kamboja No.34 Pancoran Mas Depok, Minggu (25/3/2018).
Anisa Ratna Kurnia aktivis Garda Satwa Indonesia di Jalan Kamboja No.34 Pancoran Mas Depok, Minggu (25/3/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUSLIMIN TRISYULIONO)

Berawal dari kumpul-kumpul sesama pecinta hewan sehingga tergerak untuk membuat shelter menyelamatkan hewan domestik kucing dan anjing yang terlantar.

"Awalnya kita tergerak saat ngumpul-ngumpul kita terfikir banyak kucing dan anjing terlantar dan melindungi dari orang-orang yang tidak memiliki pemahaman kesejahteraan hewan salah satunya dengan melakukan edukasi," kata Anisa Ratna Kurnia kepada wartawan TribunJakarta.com, Minggu (25/3/2018).

Menurutnya, Garda Satwa Indonesia selama ini sudah menangani 500 kasus dan sebanyak 260 anjing dan kucing mendapatkan tempat tinggal.

"Lebih dari 500 kasus yang sudah kita tangani dan 260 anjing dan kucing yang sudah mendapatkan rumah," katanya.

Hewan anjing dan kucing yang sudah diselamatkan dibawa kedokter terlebih dahulu untuk dilakukan screening.

"Apapun anjing yang kita sudah lakukan penyelamatan pasti dibawa kedokter terlebih dahulu untuk di screening apakah mengidap penyakit yang menular atau tidak," katanya.

Shelter Garda Satwa Indonesia ini untuk rehabilitasi hewan dan yang sudah sehat bisa diaposi.

"Dishelter ini untuk anjing yang sudah di rehabilitasi yang sudah sehat untuk menunggu diadopsi, tambahnya.

Saat ini Garda Satwa Indonesia menampung 44 ekor anjing.

"Untuk saat ini di shelter kita ada 44 ekor anjing kalau kucing ada dirumah saya karena kucing dan anjing tidak bisa disatukan oleh karena itu kita pisah," katanya.

Namun untuk masyarakat yang mencintai hewan seperti kucing dan anjing dapat mengadopsi dengan syarat disurvei terlebih dahulu rumah pemiliknya.

Untuk mengadopsi hewan anjing atau kucing diberikan secara gratis oleh Garda Satwa Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved