215 Ribu Keluarga di Kabupaten Tangerang Masih Gunakan Air Sumur

Masih banyak warga di Kabupaten Tangerang belum bisa menikmati air bersih.

215 Ribu Keluarga di Kabupaten Tangerang Masih Gunakan Air Sumur
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Volume air Sungai Ciliwung di Bendung Pasar Baru, Tangerang, Banten, Senin (5/2/2018), terpantai masih normal. TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWACI - Masih banyak warga di Kabupaten Tangerang belum bisa menikmati air bersih.

Sebagian mereka masih menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari.

"Lebih dari 215 ribu keluarga belum mendapatkan pelayanan air bersih. Ini sudah didata oleh pemerintahan setempat," ujar Direktur Utama PT. Aetra Tangerang, Edy Hari Sasono, kepada TribunJakarta.com, Senin (26/3/2018).

Sementara ini PT Aetra Tangerang baru menjangkau delapan dari total 26 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Menurut Edy, perusahaan belum bisa memberikan pelayanan air bersih karena daerah lain karena kondisinya terpencil.

"Ada sejumlah faktor atau kendala yang kami temui di lapangan," papar dia.

Ia menjelaskan, selama ini pola pikir masyarakat sangat tergantung oleh penggunaan air sumur untuk mandi cuci kakus, memasak atau mandi.

"Ini sangat bahaya. Dinas Kesehatan Pemerintahan Kabupaten Tangerang sudah melakukan pengecekan terhadap air sumur itu, dan hasilnya belum tentu sehat," ujar Edy.

Dikatakan Edy, air dari sumur tersebut masih perlu disaring dan diolah lagi supaya sehat dan bersih.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved