215 Ribu Keluarga di Tangerang Belum Mendapatkan Pelayanan Air Bersih

Ia mengatakan, ada sejumlah faktor atau pun kendala yang ditemui ketika berada di lapangan

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebagian besar warga yang tinggal di Kabupaten Tangerang, belum bisa mendapatkan pelayanan air bersih.

Setiap harinya, mereka masih menggunakan air yang berasal dari dalam sumur untuk kebutuhan sehari - hari.

Hal itu dikatakan oleh Dirut PT. Aetra Tangerang Edy Hari Sasono. Ia menuturkan, masyarakat yang belum mendapat pelayanan air bersih ini ada sebanyak ratusan ribu jumlah keluarga.

"Sekiranya lebih dari 215.000 keluarga yang belum mendapatkan pelayanan air bersih, dan sudah ini oleh pemerintahan setempat," kata Edy dalam keterangannya, Senin (26/3/2018).

Ia mengatakan, ada sejumlah faktor atau pun kendala yang ditemui ketika berada di lapangan.

Baca: Fakta-Fakta Mengenai Yayasan Sayap Ibu Bintaro, Nomor 3 Bikin Terenyuh

Satu diantaranya adalah sebagian warga yang belum merasakan pelayanan air bersih ini, karena tinggal di wilayah yang sangat terpencil di Kabupaten Tangerang, Banten.

Hal inilah yang menjadi penyebab sulitnya Aetra dalam memasang pelayanan air bersih di kawasan tersebut, ditambah pola pikir masyarakatnya yang sudah ketergantungan menggunakan air sumur.

"Dinas Kesehatan Kabupaten sudah melakukan pengecekan terhadap air sumur tersebut, dan hasilnya belum tentu sehat," tambah Edy.

Diketahui beberapa wilayah yang menjadi konsinyasi Aetra di antaranya adalah kecamatan Sepatan, Cikupa, Balaraja, dan juga yang lainnya.

Dengan pasokan air baku dari Cisadane, hingga Februari 2018 Aetra Tangerang telah melayani 62.409 pelanggan. Prinsip ramah lingkungan juga diterapkan dalam proses air bersih.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved